Gojek Dicomot Grab? Raksasa Asing Bicara, Apakah Nasib Ojol Lokal di Ujung Tanduk?

Kamis, 15 Mei 2025 - 16:54 WIB
loading...
Gojek Dicomot Grab?...
Berbagai spekulasi mencuat menyusul rencana akuisis Grab terhadap Gojek Indonesia. Foto: Grab Indonesia
A A A
JAKARTA - Riuh rendah spekulasi mengguncang jagat transportasi daring Indonesia. Kabar angin mengenai potensi merger antara dua pemain besar, Grab dan salah satu kompetitor utama, berhembus kencang, Gojek, menciptakan gelombang kekhawatiran di kalangan pengguna dan pelaku industri.

Di tengah pusaran isu yang tak terverifikasi ini, muncul kembali momok lama yang menghantui: "dominasi asing" di ranah ekonomi digital Tanah Air.

Grab Indonesia, melalui Tirza Munusamy, Chief of Public Affairs, akhirnya angkat bicara. Dalam pernyataan resminya, Grab memahami derasnya spekulasi yang beredar.

Bersamaan dengan riuhnya isu merger, pertanyaan mengenai keberadaan Grab di Indonesia sebagai bentuk "dominasi asing" kembali mencuat. Grab Indonesia memberikan klarifikasi mengenai struktur hukum serta mencari “pembenaran” beruapa kontribusi nyata mereka bagi Indonesia.

Grab Indonesia beroperasi sebagai Penanaman Modal Asing (PMA), sebuah mekanisme investasi yang diatur dan diizinkan oleh pemerintah Indonesia melalui payung hukum yang berlaku.

PMA adalah jalur lazim bagi perusahaan-perusahaan global yang berinvestasi di Indonesia, menjadi pilar penting dalam mendorong pertumbuhan bisnis berskala besar, mempercepat adopsi teknologi, dan mendukung inovasi lintas sektor.

Meskipun berstatus PMA secara hukum, tapi Grab mengklaim bahwa 99% dari seluruh karyawan Grab Indonesia adalah Warga Negara Indonesia (WNI) yang berdomisili dan bekerja penuh di Indonesia. Bahkan, hanya 1 orang manajemen Grab di Indonesia yang merupakan Warga Negara Asing (WNA).

“Sisanya adalah putra-putri Indonesia yang memegang tampuk kepemimpinan operasional, strategi, hingga pengambilan keputusan bisnis,” ungkap Tirza Munusamy.

Model PMA bukanlah hal eksklusif bagi Grab. Skema ini juga digunakan oleh pelaku industri lainnya, mulai dari sesama platform ride-hailing, e-commerce, fintech, logistik, hingga sektor manufaktur dan energi terbarukan.

Perusahaan-perusahaan teknologi raksasa yang telah bertransformasi menjadi unicorn atau decacorn pun tak jarang mendapatkan pendanaan dari investor asing melalui struktur PMA. Melalui PMA, investasi asing mengalir ke dalam negeri, membiayai riset dan pengembangan, memperluas infrastruktur, menciptakan jutaan lapangan kerja, dan memperkuat kapasitas nasional.

Skema ini juga membuka peluang bagi talenta lokal untuk berkembang dalam ekosistem global, sekaligus menjadi jalur penting dalam transfer pengetahuan dan teknologi yang berdampak jangka panjang bagi perekonomian Indonesia.

Grab mengklaim telah memberikan dampak positif dan inklusif bagi masyarakat. Ini beberapa diantaranya;

- Kontribusi terhadap PDB Nasional: Industri ride-hailing dan pengantaran daring menyumbang Rp382,62 triliun atau 2% terhadap total PDB Indonesia (Studi ITB, 2023). Grab berkontribusi setengah dari PDB industri (Oxford Economics, 2024), mencerminkan besarnya dampak ekonomi dari seluruh ekosistem layanan Grab.

- Menjangkau 1 dari 4 Orang Indonesia: 1 dari 4 orang Indonesia menggunakan layanan industri ride-hailing dan pengantaran daring, baik sebagai konsumen maupun mitra (Studi ITB, 2023), menunjukkan peran Grab dalam nadi kehidupan sehari-hari masyarakat.

- Transformasi Sosial & Peluang Penghasilan: Lebih dari 50% mitra pengemudi Grab sebelumnya menganggur; kini mereka memiliki penghasilan dan akses pelatihan keterampilan serta literasi digital dan keuangan.

- Dukung UMKM dan Ciptakan Lapangan Kerja: Sejak 2020, Grab telah mendorong terciptanya 2,3 juta peluang kerja melalui digitalisasi UMKM. Di kota seperti Jayapura dan Kupang, 50% merchant Grab adalah wirausahawan baru.

- Akses Modal untuk UMKM: Grab dan OVO telah menyalurkan lebih dari Rp1 triliun pembiayaan usaha ke 25.000+ UMKM. Melalui GrabMart Pasar, 5.200+ pedagang pasar di 7 kota kini terdigitalisasi.

- Dorong Energi Bersih & Inklusi Digital: Grab mengoperasikan lebih dari 11.000 kendaraan listrik sejak 2019, mengurangi 26.000 ton emisi karbon dan menghemat 11 juta liter BBM, mendukung transisi energi hijau di sektor transportasi.

Artinya, walau memang benar bahwa Grab adalah milik asing, tapi diklaim memiliki dampak positif bagi Indonesia. Klaim mereka status PMA tidak mengurangi komitmen dan kontribusi mereka terhadap kemajuan Indonesia.

Tentu, bayang-bayang akuisisi oleh Grab terhadap Gojek tetap menjadi isu sensitif. Kekhawatiran akan dominasi asing semakin mencuat jika dua raksasa lokal ini bersatu di bawah bendera perusahaan yang secara hukum berstatus PMA. Akankah talenta-talenta lokal tetap memegang kendali, atau justru kendali strategis akan semakin terpusat di tangan pemodal asing?

Baca Juga: Driver Ojol hingga Konsumen Bisa Dirugikan Jika Grab dan Gojek Merger

Meskipun Grab terus meyakinkan akan komitmennya terhadap Indonesia, pertanyaan mengenai arah industri transportasi daring jika merger benar-benar terjadi masih menggantung di udara. Akankah persaingan sehat tetap terjaga? Atau justru konsumen dan mitra pengemudi akan berada dalam posisi yang kurangmenguntungkan?
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Heboh Grab Dikabarkan...
Heboh Grab Dikabarkan Kabur Gara-Gara Aturan Baru, CEO Neneng Buka Suara
Akhir dari Drama Reservasi...
Akhir dari Drama Reservasi Restoran? Grab Luncurkan Senjata Baru untuk Taklukkan 2.000 Meja Makan di Jakarta & Bali
Ribuan Korban PHK Serbu...
Ribuan Korban PHK Serbu Grab: Harapan Baru atau Perangkap Kemitraan Tanpa Masa Depan?
Grab Pamer Angka Hijau...
Grab Pamer Angka Hijau Fantastis, tapi Cukupkah untuk Menebus Dosa Asap di Jalanan?
Perdana Digelar, GrabX...
Perdana Digelar, GrabX Hadirkan Inovasi Baru Untuk Semua Versi Dirimu
Travel Alliance + Grab...
Travel Alliance + Grab + Trip.com = Kombo Mantap untuk Ngebolang Keliling Asia!
Beasiswa GrabScholar...
Beasiswa GrabScholar 2026 untuk SD, SMP, SMA hingga S1 Dibuka, Cek Syarat Dokumen
Grab For Business Luncurkan...
Grab For Business Luncurkan Corporate Dine Out, Jamuan Makan Kantor Bebas Reimburse
Dorong Ekosistem EV,...
Dorong Ekosistem EV, Wuling Berkolaborasi dengan Grab
Rekomendasi
Jembatan Pasar Aset...
Jembatan Pasar Aset Tradisional dan Digital, ICE dan OKX Bentuk Joint Venture
Waspadai Phishing dan...
Waspadai Phishing dan CS Palsu di Platform Kripto, Begini Modusnya
Kapitalisasi Pasar Tembus...
Kapitalisasi Pasar Tembus Rp2,74 Triliun, CST Token Pacu Pengembangan Infrastruktur Digital
Berita Terkini
Gandeng SAP, Strategi...
Gandeng SAP, Strategi Digital Geo Dipa Mengelola Potensi Panas Bumi Lebih dari 800 MW
Meta Menemukan Tambang...
Meta Menemukan Tambang Emas Baru
Google dan A24 Berkolaborasi...
Google dan A24 Berkolaborasi Kembangkan Teknologi AI di Industri Film
Tanda-tanda Ponsel Anda...
Tanda-tanda Ponsel Anda sedang Diawasi yang Perlu Diketahui
Ilmuwan Mengembangkan...
Ilmuwan Mengembangkan Jaket Penghasil Air dari Udara Sekitar
Gandeng PT Samafitro,...
Gandeng PT Samafitro, Hytera Perkuat Jaringan Komunikasi Profesional di Indonesia
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved