Hasil Penyelidikan Kecelakaan Pesawat Jeju Air Diumumkan, Ini Penyebab Utamanya

Minggu, 26 Januari 2025 - 20:51 WIB
loading...
Hasil Penyelidikan Kecelakaan...
Pesawat Jeju Air Diumumkan. FOTO/ THE SUN
A A A
SEOUL - Pesawat Jeju Air yang terlibat dalam kecelakaan fatal bulan lalu menerima peringatan dari kontrol lalu lintas udara tentang aktivitas burung hanya semenit sebelum rekaman kotak hitamnya berhenti, kata Kementerian Transportasi Korea Selatan pada Sabtu.

BACA JUGA - Kecelakaan Pesawat Jeju Air, Roda Boeing Diprediksi Jadi Penyebabnya

Menurut kantor berita Yonhap, kementerian tersebut memberitahukan keluarga korban tentang temuan awal setelah menyelidiki kecelakaan fatal pesawat maskapai berbiaya rendah dari Bangkok yang menewaskan 179 orang dan dua orang yang selamat di kota Muan, Korea Selatan barat daya pada 29 Desember, tahun lalu.

Pemerintah berencana untuk mengeluarkan laporan awal pada hari Senin, yang akan dikirimkan ke Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO), Amerika Serikat, Prancis dan Thailand, menurut kementerian.

Komite investigasi di bawah kementerian mengatakan rekaman video dari saat insiden di Bandara Internasional Muan mengonfirmasi bahwa pesawat itu berupaya berputar balik ketika menabrak sekawanan burung.

Pesawat pertama kali berkomunikasi dengan menara pengawas lalu lintas udara pada pukul 8:54:43 pagi saat mendekati pendaratan.

Menara pengawas memberi izin mendarat di Landasan Pacu 01, berlawanan arah dengan landasan pacu tempat kecelakaan terjadi.

Pada pukul 8:57:50 pagi, menara pengawas mengeluarkan peringatan tentang kemungkinan tabrakan dengan seekor burung.

Pukul 08.58.11, kapten dan wakil kapten membahas tentang sekawanan burung yang terbang di bawah pesawat.

Rekaman itu terlihat berhenti pada pukul 8:58:50 pagi, yang menunjukkan bahwa pesawat mungkin kehilangan tenaga setelah kedua mesin mati karena bertabrakan dengan seekor burung.

Bulu dan darah, yang diyakini berasal dari jenis bebek migrasi musim dingin, ditemukan di kedua mesin, kata kementerian.

Kapten diyakini telah membuat panggilan darurat "mayday" pada pukul 08:58:56 pagi, namun ini merupakan perkiraan berdasarkan koordinasi dengan catatan menara kontrol, karena tidak ada rekaman panggilan di kotak hitam, tambah kementerian tersebut. .

Pesawat terbang sekitar empat menit sebelum mendarat dari arah berlawanan tanpa roda pendaratan diturunkan.

Pesawat itu menabrak struktur beton yang menampung sistem navigasi dan meledak dan terbakar pada pukul 9:02:57 pagi.

Kementerian mengatakan analisis data penerbangan dan rekaman suara kokpit untuk verifikasi akan memakan waktu beberapa bulan.

Sementara itu, kelompok yang mewakili keluarga korban mengatakan telah memutuskan untuk menghentikan pencarian jenazah korban di lokasi kecelakaan.

Pihak berwenang telah mengirim jenazah yang ditemukan dari tempat kejadian perkara ke lembaga forensik nasional untuk diidentifikasi.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
Kembalinya Jet Tempur...
Kembalinya Jet Tempur Dua Tempat Duduk di Era Perangan Modern
AS Berencana Pasang...
AS Berencana Pasang Senjata Nuklir untuk Pesawat Pembom B-1B Lancer
Mengapa F-15E Supercanggih...
Mengapa F-15E Supercanggih Gagal Lolos dari Radar Iran?
Satu Lagi Pesawat Tempur...
Satu Lagi Pesawat Tempur AS Ditembak Jatuh Iran, Ini Kecanggihan E-3 AWACS
Jepang Melarang Penggunaan...
Jepang Melarang Penggunaan Power Bank di Pesawat Mulai April 2026
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
Rekomendasi
Babak Kedua Prancis...
Babak Kedua Prancis vs Irak Tertunda Akibat Badai Petir
Bukan Sekadar Insinyur,...
Bukan Sekadar Insinyur, Alumni ITS Didorong Kuasai Kepemimpinan dan Finansial
Tim Hukum Merah Putih:...
Tim Hukum Merah Putih: Tawaran RJ untuk Roy Suryo dan Dokter Tifa Bukan Ajakan Jokowi
Berita Terkini
Review ASUS ExpertBook...
Review ASUS ExpertBook P3 P3405 dari Sisi Performa dan Desain
Apple Setuju Berkolaborasi...
Apple Setuju Berkolaborasi dengan Intel untuk Merancang dan Memproduksi Chip
Ilmuwan Temukan Pemangsa...
Ilmuwan Temukan Pemangsa Jamur Zombie Cordyceps The Last of Us di Hutan Kalimantan
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
AI Impact Challenge,...
AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC
Kedaulatan Digital Jadi...
Kedaulatan Digital Jadi Sorotan, Solusi AI Terintegrasi Siap Percepat Transformasi Industri
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved