Bisakah Kita Mengambil Kenangan dari Otak Orang yang Telah Meninggal?
Rabu, 01 Januari 2025 - 08:45 WIB
loading...
A
A
A
"Ingatan sangat rekonstruktif, artinya Anda mengingat sedikit demi sedikit dari suatu peristiwa, tetapi Anda tidak benar-benar mendapatkan semuanya," Charan Ranganath, direktur program Memori dan Plastisitas di University of California, Davis, mengatakan kepada Live Science.
Ini adalah cara ekonomis untuk membentuk ingatan, katanya, karena otak dapat menggunakan hal-hal yang sudah diketahuinya untuk mengisi kekosongan, dan tidak harus membuat "catatan" baru untuk setiap bagian dari pengalaman. Misalnya, seseorang mungkin ingat makan kue cokelat dan bermain tag di pesta ulang tahun kelima mereka. Tetapi mereka tidak ingat detail lainnya, seperti teman mana yang hadir atau apakah sedang hujan. Namun, mereka tetap menyimpan memori keseluruhan dari pengalaman itu.
Model jaringan saraf terbaik akan membutuhkan pemindaian otak seumur hidup dari seseorang yang berulang kali mengingat peristiwa, kata Ranganath. Kemudian, mungkin, Anda dapat menggunakan jaringan saraf untuk menciptakan kembali memori tertentu setelah seseorang meninggal.
Namun, ini mengasumsikan bahwa ingatan adalah hal yang statis, seperti file di hard drive yang memutar ulang serangkaian peristiwa. Sebaliknya, memori itu dinamis, kata Ranganath.
Baca Juga: Penelitian Baru Ungkap Kecepatan Otak Manusia saat Berpikir
"Kami menanamkan ingatan kita dengan segala macam makna dan perspektif dengan cara yang tidak selalu mencerminkan peristiwa itu," katanya.
"Kami tidak memutar ulang masa lalu, kami hanya membayangkan bagaimana masa lalu itu." Semua ini, katanya, adalah upaya untuk memahami pengalaman masa lalu kita sebagai lebih dari sekadar rangkaian peristiwa sederhana. Jadi untuk saat ini, setidaknya, ingatan akan kehidupan akan mati bersama orang yangmengalaminya.
Ini adalah cara ekonomis untuk membentuk ingatan, katanya, karena otak dapat menggunakan hal-hal yang sudah diketahuinya untuk mengisi kekosongan, dan tidak harus membuat "catatan" baru untuk setiap bagian dari pengalaman. Misalnya, seseorang mungkin ingat makan kue cokelat dan bermain tag di pesta ulang tahun kelima mereka. Tetapi mereka tidak ingat detail lainnya, seperti teman mana yang hadir atau apakah sedang hujan. Namun, mereka tetap menyimpan memori keseluruhan dari pengalaman itu.
Model jaringan saraf terbaik akan membutuhkan pemindaian otak seumur hidup dari seseorang yang berulang kali mengingat peristiwa, kata Ranganath. Kemudian, mungkin, Anda dapat menggunakan jaringan saraf untuk menciptakan kembali memori tertentu setelah seseorang meninggal.
Namun, ini mengasumsikan bahwa ingatan adalah hal yang statis, seperti file di hard drive yang memutar ulang serangkaian peristiwa. Sebaliknya, memori itu dinamis, kata Ranganath.
Baca Juga: Penelitian Baru Ungkap Kecepatan Otak Manusia saat Berpikir
"Kami menanamkan ingatan kita dengan segala macam makna dan perspektif dengan cara yang tidak selalu mencerminkan peristiwa itu," katanya.
"Kami tidak memutar ulang masa lalu, kami hanya membayangkan bagaimana masa lalu itu." Semua ini, katanya, adalah upaya untuk memahami pengalaman masa lalu kita sebagai lebih dari sekadar rangkaian peristiwa sederhana. Jadi untuk saat ini, setidaknya, ingatan akan kehidupan akan mati bersama orang yangmengalaminya.
(dan)
Lihat Juga :