Aktivitas di Langit saat Nataru 2024 Membeludak, 4 Kecelakaan Pesawat Terjadi dalam Sehari
Senin, 30 Desember 2024 - 15:25 WIB
loading...
A
A
A
Pihak berwenang setempat mengatakan bahwa menara pengawas memperingatkan adanya tabrakan burung hanya satu menit sebelum pesawat mendarat darurat.
Seorang penumpang dan seorang awak ditemukan hidup di bagian ekor kendaraan dan kemudian dipindahkan ke rumah sakit Seoul sementara upaya penyelamatan masih berlangsung.
Sebelum kecelakaan, para saksi melaporkan melihat api di mesin jet dan mendengar beberapa ledakan.
Yoo Jae-yong, seorang warga, mengatakan kepada kantor berita bahwa dia berada di rumah ketika dia melihat percikan api di sayap kanan pesawat saat mencoba mendarat di bandara. "Saya memberi tahu keluarga saya bahwa ada masalah dengan pesawat ketika saya mendengar ledakan keras."
Boeing, perusahaan penerbangan AS, mengatakan pihaknya sedang menghubungi Jeju Air tentang penerbangan 2216 dan siap membantu.
"Kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga yang kehilangan orang yang dicintai, dan pikiran kami tetap bersama para penumpang dan awak," katanya dalam sebuah pernyataan.
CEO Jeju Air Kim E-bae juga meminta maaf dan menyatakan bahwa penyebab kecelakaan tersebut belum ditentukan karena lembaga pemerintah terus melakukan penyelidikan.
Mayoritas penumpang adalah warga Korea, selain dua warga negara Thailand.
Seorang pejabat bandara mengatakan pihak berwenang fokus menyelamatkan mereka yang terjebak di reruntuhan.
Penjabat presiden Korea Selatan, Choi Sung-mok, memerintahkan "upaya penyelamatan habis-habisan" sebagai tanggapan.
Choi, yang mengambil alih kepemimpinan sementara di tengah krisis politik, mengadakan rapat darurat untuk mengawasi tanggapan tersebut.
Kecelakaan itu menandai salah satu kecelakaan penerbangan paling mematikan di Korea Selatan dalam beberapa tahun terakhir.
Kebakaran awal telah dipadamkan, dan penyelidikan atas penyebabnya sedang dilakukan untuk menentukan penyebab pasti.
Seorang penumpang dan seorang awak ditemukan hidup di bagian ekor kendaraan dan kemudian dipindahkan ke rumah sakit Seoul sementara upaya penyelamatan masih berlangsung.
Sebelum kecelakaan, para saksi melaporkan melihat api di mesin jet dan mendengar beberapa ledakan.
Yoo Jae-yong, seorang warga, mengatakan kepada kantor berita bahwa dia berada di rumah ketika dia melihat percikan api di sayap kanan pesawat saat mencoba mendarat di bandara. "Saya memberi tahu keluarga saya bahwa ada masalah dengan pesawat ketika saya mendengar ledakan keras."
Boeing, perusahaan penerbangan AS, mengatakan pihaknya sedang menghubungi Jeju Air tentang penerbangan 2216 dan siap membantu.
"Kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga yang kehilangan orang yang dicintai, dan pikiran kami tetap bersama para penumpang dan awak," katanya dalam sebuah pernyataan.
CEO Jeju Air Kim E-bae juga meminta maaf dan menyatakan bahwa penyebab kecelakaan tersebut belum ditentukan karena lembaga pemerintah terus melakukan penyelidikan.
Mayoritas penumpang adalah warga Korea, selain dua warga negara Thailand.
Seorang pejabat bandara mengatakan pihak berwenang fokus menyelamatkan mereka yang terjebak di reruntuhan.
Penjabat presiden Korea Selatan, Choi Sung-mok, memerintahkan "upaya penyelamatan habis-habisan" sebagai tanggapan.
Choi, yang mengambil alih kepemimpinan sementara di tengah krisis politik, mengadakan rapat darurat untuk mengawasi tanggapan tersebut.
Kecelakaan itu menandai salah satu kecelakaan penerbangan paling mematikan di Korea Selatan dalam beberapa tahun terakhir.
Kebakaran awal telah dipadamkan, dan penyelidikan atas penyebabnya sedang dilakukan untuk menentukan penyebab pasti.
Lihat Juga :