Aktivitas di Langit saat Nataru 2024 Membeludak, 4 Kecelakaan Pesawat Terjadi dalam Sehari

Senin, 30 Desember 2024 - 15:25 WIB
loading...
Aktivitas di Langit...
Aktivitas di penerbangan saat Nataru 2024 membeludak. FOTO/ FLIGHT RADAR 24
A A A
SEOUL - Desember 2024 jadi bulan malapetaka bagi pesawat terbang, tercatat dalam kurun waktu kurang dari seminggu antara tanggal 24-29 Desember insiden empat kecelakaan pesawat yang terjadi di penghujung tahun 2024, ada Jeju Air, Air Canada, Azerbaijan Airlines, hingga KLM Royal Dutch.

BACA JUGA - 10 Tragedi Pesawat Jatuh Akibat Ditembak, Maskapai Milik Malaysia Paling Tragis

Bulan Desember disebut sebagai bulan paling sibuk bagi perjalanan udara tahun 2024 secara global. Hal tersebut berdasarkan data dari perusahaan analisis penerbangan Cirium.

Sejak pelaksanaan angkutan Natal dan tahun baru pada 18 Desember 2024 hingga Hari Natal 25 Desember 2024, puncak pergerakan penumpang pesawat domestik dan internasional tercapai pada 22 Desember 2024 yaitu sebanyak 301.488 penumpang.

Angka tersebut naik 3,92% dibandingkan puncak pergerakan pesawat 2023 yang berjumlah 290.102 penumpang. Untuk jumlah akumulatif pergerakan penumpang pesawat dalam negeri, mulai 18-25 Desember 2024 terhitung sebanyak 1.839.552 orang. Angka tersebut naik 2,6% dibandingkan periode yang sama pada 2023 dan masih bersifat dinamis hingga masa angkutan Nataru 2024/2025 selesai pada 5 Januari 2025.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan Budi Rahardjo mengatakan, kenaikan jumlah pergerakan penumpang pesawat tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk menurunkan harga tiket sebesar 10% selama 16 hari pada masa angkutan Nataru 2024/2025. “Pemerintah menurunkan harga tiket pesawat untuk mengurangi beban masyarakat. Efeknya dapat terlihat dari data pergerakan penumpang,” ujar Budi.

3 Kecelakaan Pesawat dalam Waktu 24 Jam Terakhir di 3 Negara yang Berbeda

1. Jeju Air di Korea Selatan
Meskipun otoritas Korea Selatan mengatakan pada hari Minggu bahwa 179 orang "diduga" tewas dalam kecelakaan pesawat di Bandara Internasional Muan, informasi terbaru dari Seoul mengonfirmasi 167 kematian, dengan operasi di lokasi tersebut masih berlangsung untuk menemukan korban selamat selain dua orang yang telah diselamatkan.

"Dari 181 penumpang, sebagian besar diduga tewas, kecuali dua orang yang berhasil diselamatkan," Kantor Berita Yonhap melaporkan sebelumnya, mengutip pernyataan pejabat Departemen Pemadam Kebakaran Jeolla yang memberikan pengarahan kepada keluarga penumpang di bandara.

Namun, pihak berwenang kini telah mengonfirmasi 167 kematian dalam kecelakaan itu dan mengumumkan bahwa landasan pacu bandara akan ditutup hingga 1 Januari pagi.

Sebuah pesawat Boeing 737-800 yang dioperasikan oleh Jeju Air, yang membawa 181 penumpang, termasuk enam awak, terbakar saat mendarat setelah dilaporkan mengalami masalah pada roda pendaratan sekitar pukul 9:07 pagi waktu setempat di Kabupaten Muan—288 kilometer (179 mil) barat daya ibu kota Korea Selatan, Seoul, menurut Kantor Berita Yonhap.

Pesawat Boeing bermesin ganda itu, yang kembali dari Bangkok, keluar dari landasan pacu dan menabrak pagar sebelum menghantam dinding dalam ledakan yang membara.

Rekaman oleh media lokal menunjukkan pesawat itu meluncur di landasan pacu, dilalap api dan puing-puing.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Menguji Pertempuran...
AS Menguji Pertempuran Udara Jarak Jauh dengan Dukungan AI F-16
Korea Selatan Izinkan...
Korea Selatan Izinkan Robot AI Otonom untuk Memeriksa Pesawat Terbang
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
Kembalinya Jet Tempur...
Kembalinya Jet Tempur Dua Tempat Duduk di Era Perangan Modern
AS Berencana Pasang...
AS Berencana Pasang Senjata Nuklir untuk Pesawat Pembom B-1B Lancer
Mengapa F-15E Supercanggih...
Mengapa F-15E Supercanggih Gagal Lolos dari Radar Iran?
Purbaya Bebaskan Bea...
Purbaya Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Komponen Pesawat Udara
Horor! Jendela Pesawat...
Horor! Jendela Pesawat Terlepas di Tengah Penerbangan, Seorang Penumpang Nyaris Tersedot Keluar
Horor! Siswa Daratkan...
Horor! Siswa Daratkan Pesawat Sendirian usai Instruktur Pilot Lompat Bunuh Diri
Rekomendasi
Prabowonomics Jadi Tema...
Prabowonomics Jadi Tema Harlah ke-28 PKB, Cak Imin Beri Penjelasan
Canda Prabowo di Harlah...
Canda Prabowo di Harlah ke-28 PKB: MBG Itu Singkatan Mas Bahlil Ganteng, Bisa Aja Lo
PLN EPI Tawarkan Kontrak...
PLN EPI Tawarkan Kontrak hingga 5 Tahun untuk Pemasok Biomassa
Berita Terkini
Akankah iPhone 20 Pro...
Akankah iPhone 20 Pro Max Memiliki Layar Terbesar dalam Sejarah?
Meta Kembangkan Aplikasi...
Meta Kembangkan Aplikasi Prediksi Pasar Mirip Polymarket
Samsung Bentuk Divisi...
Samsung Bentuk Divisi Robotika Khusus Mempercepat Strategi AI
Mengancam Bumi, China...
Mengancam Bumi, China Siap Pindahkan Asteroid 2015 XF261
Cara Hapus Objek Mengganggu...
Cara Hapus Objek Mengganggu di Foto dengan Galaxy S26 Series
Teknologi Deteksi Deepfake...
Teknologi Deteksi Deepfake Nvidia Mencapai Akurasi 94%
Infografis
4 Tentara AS Tewas saat...
4 Tentara AS Tewas saat Latihan Tempur di Dekat Sekutu Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved