Urgensi Tambahan Waktu Penerbangan 50 Menit untuk Selamatkan Bumi

Senin, 21 Oktober 2024 - 21:04 WIB
loading...
A A A
Analisis penerbangan dilakukan oleh Universitas Cambridge yang mencantumkan serangkaian tujuan berkelanjutan yang dapat dicoba oleh industri untuk mengurangi dampaknya terhadap perubahan iklim.

Menurut penelitian tersebut, penerbangan saat ini berkontribusi sekitar empat persen terhadap peningkatan laju pemanasan global. Penelitian tersebut menambahkan bahwa 2,5 persen dari jumlah tersebut hanya berasal dari emisi CO2 global.

Para peneliti menekankan bahwa memperpanjang waktu terbang dan terbang lebih lambat akan mengurangi pembakaran bahan bakar. Mereka menyarankan untuk mengurangi kecepatan terbang sekitar 15 persen untuk mengurangi pembakaran bahan bakar hingga lima hingga tujuh persen.

Namun, penumpang harus menanggung beban dalam kasus ini karena metode ini akan menambah waktu tempuh setidaknya 50 menit. Mengingat pesawat terbang seharusnya menjadi moda transportasi yang lebih cepat, orang mungkin tidak terlalu bersemangat menerima perubahan tersebut.

Penulis studi telah menawarkan jalan keluar. Mereka mengatakan bahwa kunci untuk mengelola waktu adalah organisasi bandara yang lebih baik, yang mana waktu tunggu dapat dikurangi. Lebih jauh, untuk menambah waktu penerbangan, pesawat mungkin harus dirancang untuk terbang dengan kecepatan lebih rendah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Menguji Pertempuran...
AS Menguji Pertempuran Udara Jarak Jauh dengan Dukungan AI F-16
Korea Selatan Izinkan...
Korea Selatan Izinkan Robot AI Otonom untuk Memeriksa Pesawat Terbang
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
Kembalinya Jet Tempur...
Kembalinya Jet Tempur Dua Tempat Duduk di Era Perangan Modern
15.800 Ton Sampah Luar...
15.800 Ton Sampah Luar Angkasa Berkecepatan 28.000 km/jam Akan Jatuh ke Bumi
AS Berencana Pasang...
AS Berencana Pasang Senjata Nuklir untuk Pesawat Pembom B-1B Lancer
Pesawat PT AMA Diduga...
Pesawat PT AMA Diduga Ditembaki hingga Dibakar KKB Baru Pimpinan M Mbalingga
Penumpang Indonesia...
Penumpang Indonesia ke Australia Kini Bisa Nikmati Kelas Economy Plus di Qantas
Pilot Pesawat AMA PK-RCY...
Pilot Pesawat AMA PK-RCY yang Dibakar di Bandara Ipdeheik Papua Tewas
Rekomendasi
5 Mahasiswa Gugat Pasal...
5 Mahasiswa Gugat Pasal Karet UU ITE ke MK, Minta Perlindungan Kebebasan Berpendapat
Usai Putusan MK, Irman...
Usai Putusan MK, Irman Gusman: Saatnya Akhiri Debat Prosedural, Fokus pada Kualitas Demokrasi Daerah
AAI Nasional Bersatu...
AAI Nasional Bersatu Siap Jadi Role Model Organisasi Advokat
Berita Terkini
Percepat Transformasi,...
Percepat Transformasi, Telkom Sukses Tuntaskan Restrukturisasi 10 Entitas Bisnis
MacBook Air Makin Mahal,...
MacBook Air Makin Mahal, M1 Baru Rp8 Jutaan dan Bekas Rp6 Jutaan Masih Layak Dibeli?
Mengapa Spam Judi Online...
Mengapa Spam Judi Online Makin Marak di Kolom Komentar Media Sosial?
Suhu Matahari Bertambah...
Suhu Matahari Bertambah Panas, Ilmuwan Prediksi Kehidupan di Bumi Segera Berakhir
Data Rahasia iPhone...
Data Rahasia iPhone Bocor! India Selidiki Tata Electronics
Rumah Kuno Mendingin...
Rumah Kuno Mendingin saat Gelombang Panas Membakar Eropa
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved