Kehebatan Jet Tempur J-10C China, Bikin Mesir Berpaling dari F-16 Amerika
Rabu, 11 September 2024 - 20:00 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, ia dilengkapi dengan avionik modern, termasuk sensor IRST dan berbagai pod avionik yang dipasang secara eksternal untuk navigasi, penargetan, dan misi pengintaian elektronik.
Dalam beberapa tahun terakhir, Mesir juga telah memperoleh peralatan pertahanan dari Rusia dan Prancis, termasuk MiG-29M dan Dassault Rafale. J-10C China akan menjadi bagian kunci dari persenjataan Mesir yang terdiversifikasi.
Perkembangan ini juga mencerminkan hubungan ekonomi dan strategis yang berkembang antara Mesir dan China. Partisipasi China dalam pameran udara Mesir di El Alamein adalah bagian dari upaya yang lebih luas untuk memperkuat kehadirannya di Timur Tengah dan Afrika Utara. Pengaruh industri militer China di kawasan ini telah berkembang secara signifikan, didukung oleh hubungan ekonominya yang berkembang, terutama melalui impor energi.
Meski mengadopsi jet tempur China, Mesir terus mempertahankan hubungan pertahanan dengan Amerika Serikat, sebagaimana dibuktikan oleh perjanjian baru-baru ini untuk memperoleh dua pesawat angkut C-130J Hercules melalui program Penjualan Militer Asing AS. Namun, transisi ke J-10C merupakan pergeseran signifikan, karena F-16 Amerika Mesir, yang telah membentuk tulang punggung Angkatan Udara Mesir sejak 1980-an, kini dianggap ketinggalan zaman dalam menghadapi sistem pertahanan udara modern.
Beberapa faktor kemungkinan mempengaruhi keputusan Mesir, termasuk biaya efektif J-10C dan kemampuan tempurnya yang canggih. Selain itu, kekhawatiran Mesir terhadap kebijakan AS di kawasan ini, terutama dukungannya terhadap operasi Israel di Gaza, mungkin telah berperan dalam pergeseran menuju teknologi pertahanan China. Dengan pembelian ini, Mesir menjadi negara kedua setelah Pakistan yang mengoperasikan J-10C Vigorous Dragon.
Baca Juga: Mirip Transformer, Sayap Jet Tempur China Mampu Berubah Jadi Drone
Dalam beberapa tahun terakhir, Mesir juga telah memperoleh peralatan pertahanan dari Rusia dan Prancis, termasuk MiG-29M dan Dassault Rafale. J-10C China akan menjadi bagian kunci dari persenjataan Mesir yang terdiversifikasi.
Perkembangan ini juga mencerminkan hubungan ekonomi dan strategis yang berkembang antara Mesir dan China. Partisipasi China dalam pameran udara Mesir di El Alamein adalah bagian dari upaya yang lebih luas untuk memperkuat kehadirannya di Timur Tengah dan Afrika Utara. Pengaruh industri militer China di kawasan ini telah berkembang secara signifikan, didukung oleh hubungan ekonominya yang berkembang, terutama melalui impor energi.
Meski mengadopsi jet tempur China, Mesir terus mempertahankan hubungan pertahanan dengan Amerika Serikat, sebagaimana dibuktikan oleh perjanjian baru-baru ini untuk memperoleh dua pesawat angkut C-130J Hercules melalui program Penjualan Militer Asing AS. Namun, transisi ke J-10C merupakan pergeseran signifikan, karena F-16 Amerika Mesir, yang telah membentuk tulang punggung Angkatan Udara Mesir sejak 1980-an, kini dianggap ketinggalan zaman dalam menghadapi sistem pertahanan udara modern.
Beberapa faktor kemungkinan mempengaruhi keputusan Mesir, termasuk biaya efektif J-10C dan kemampuan tempurnya yang canggih. Selain itu, kekhawatiran Mesir terhadap kebijakan AS di kawasan ini, terutama dukungannya terhadap operasi Israel di Gaza, mungkin telah berperan dalam pergeseran menuju teknologi pertahanan China. Dengan pembelian ini, Mesir menjadi negara kedua setelah Pakistan yang mengoperasikan J-10C Vigorous Dragon.
Baca Juga: Mirip Transformer, Sayap Jet Tempur China Mampu Berubah Jadi Drone
Lihat Juga :