Amsterdam Larang Pejabat Pemerintah Gunakan Telegram

Selasa, 20 Agustus 2024 - 14:54 WIB
loading...
Amsterdam Larang Pejabat...
Telegram dilarang di Belanda. FOTO/ DAILY
A A A
JAKARTA - Dewan Kota Amsterdam telah melarang pegawai pemerintah menggunakan aplikasi Telegram di telepon kantor mereka karena takut dimata-matai.



Seperti dilansir dari BNR, mengutip Alexander Scholtes, Anggota Dewan Kota yang bertanggung jawab atas kebijakan teknologi informasi kota tersebut.

Scholtes mengonfirmasi kepada stasiun radio tersebut bahwa larangan tersebut diterapkan pada akhir April, meski hingga saat ini belum diumumkan ke publik.

Dia mengatakan, "aktivitas kriminal dalam aplikasi dan risiko spionase" sebagai alasan utama keputusan tersebut, menurut laporan tersebut,''

Pejabat tersebut juga menggambarkan Telegram sebagai “tempat berlindung yang aman bagi peretas, penjahat dunia maya, dan pengedar narkoba,” lapor BNR.

Meskipun Telegram awalnya dibuat di Rusia, kantor pusatnya kini berlokasi di Dubai dan perusahaan tersebut resmi terdaftar di Kepulauan Virgin.

Laporan juga menyebutkan bahwa kota-kota lain di Belanda belum memberlakukan larangan serupa terhadap Telegram.

Juni lalu, surat kabar Belanda NL Times melaporkan bahwa Dewan Kota Amsterdam akan berhenti menggunakan kamera buatan China karena kekhawatiran terhadap pelanggaran hak asasi manusia dan spionase. Kamera buatan Tiongkok diperkirakan akan dihapuskan secara bertahap dalam waktu lima tahun.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Konten Telegram Kini...
Konten Telegram Kini Bisa Disebar lewat Google Cast
Belanda Larang DeepSeek...
Belanda Larang DeepSeek Digunakan, Ini Alasannya
210 Juta Orang di Seluruh...
210 Juta Orang di Seluruh Dunia Kecanduan Media Sosial
Pemerintah Indonesia...
Pemerintah Indonesia Kaji Aturan Batas Usia Medsos, Bye-Bye TikTok untuk Anak di Bawah Umur?
SEC AS Gugat Elon Musk...
SEC AS Gugat Elon Musk Terkait Akuisisi Twitter
Kominfo Turun Tangan...
Kominfo Turun Tangan Berantas Konten Porno, Telegram Kena Sanksi?
LinkedIn Siap Kenalkan...
LinkedIn Siap Kenalkan Fitur Medsos, Ini yang Akan Dilakukan Malaysia
Google Siapkan Fitur...
Google Siapkan Fitur Pencegah Pengguna Berlama-lama di Medsos
Dianggap Mengekspos...
Dianggap Mengekspos Data Pengguna, Irlandia Beri Sanksi Meta
Rekomendasi
Spanduk Pessi Bikin...
Spanduk Pessi Bikin Lionel Messi Mati Kutu! LAFC Bungkam Inter Miami di Concacaf Champions Cup 2025
Kapal Feri Terbakar...
Kapal Feri Terbakar di Perairan Banten, 12 ABK Berhasil Dievakuasi
Sinopsis Film Pabrik...
Sinopsis Film Pabrik Gula, Adaptasi Thread Simpleman yang Disebut Mirip KKN Desa Penari
Berita Terkini
AI Akan Gantikan Posisi...
AI Akan Gantikan Posisi 4 Ribu Karyawan Bank Terbesar Asia Tenggara
3 jam yang lalu
Teknologi Penerjemah...
Teknologi Penerjemah AI DeepSeek Bantu Misi Penyelamatan di Myanmar
3 jam yang lalu
Jamur di kaki Katak...
Jamur di kaki Katak Bikin Ilmuwan Ketakutan, Ini Penyebabnya
6 jam yang lalu
ChatGPT Tambah 1 Juta...
ChatGPT Tambah 1 Juta Pengguna Baru dalam Satu Jam setelah Tren Studio Ghibli
22 jam yang lalu
Spesifikasi dan Harga...
Spesifikasi dan Harga Google Pixel 9a, HP Terjangkau Kaya Fitur AI yang Tidak Masuk Indonesia
1 hari yang lalu
5 Ikan Paling Beracun...
5 Ikan Paling Beracun di Dunia, Sekali Sentuh Nyawa Melayang!
1 hari yang lalu
Infografis
Pertama Kali, Israel...
Pertama Kali, Israel Gunakan THAAD untuk Cegat Rudal dari Yaman
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved