Dukung 5G Broadcasting, Komisi I DPR RI: Regulasinya Harus Ada
Kamis, 01 Agustus 2024 - 15:30 WIB
loading...
ATVSI Business Forum 5G Broadcasting: Challenge & Opportunity digelar di Jakarta, Selasa (30/7/2024). Foto/Syifa Fauziah
A
A
A
JAKARTA - Peran teknologi di industri penyiaran sangat vital. Keterlibatan teknologi menjadi keharusan agar mampu bersaing dan menghadirkan tayangan berkualitas. Salah satu inovasi terbaru yang sedang digagas adalah 5G broadcasting.
Inovasi 5G broadcasting diyakini akan menjadi solusi bagi industri penyiaran di tengah gempuran platform media sosial seperti TikTok dan YouTube. Dengan teknologi ini, siaran TV bisa diakses lewat handphone tanpa harus membayar paket data.
Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafidz menyambut baik adanya pengembangan 5G broadcasting di Indonesia. Dia juga melihat teknologi penyiaran berkembang sangat cepat. Dari TV analog, kemudian bermigrasi ke TV digital dan sekarang sudah ada 5G Broadcasting.
"Nah artinya bagaimana industri bisa bertahan mengikuti perkembangan teknologi inilah yang kemudian kita atur dalam sebuah ekosistem, regulasinya harus ada. Kemudian juga penjelasan ataupun sosialisasi tentang teknologi ini harus dilakukan. Karena tidak hanya terkait dengan teman-teman industri TV, tapi ya penontonnya juga harus diedukasi, ketika kita masuk ke babak teknologi baru yaitu 5G Broadcasting,” ujar Meutya Hafidz dalam acara ATVSI Business Forum ‘5G Broadcasting: Challenge & Opportunity’, Selasa (30/7/2024).
Baca Juga: ATVSI: Beri Keadilan antara Kami dengan Platform OTT
Inovasi 5G broadcasting diyakini akan menjadi solusi bagi industri penyiaran di tengah gempuran platform media sosial seperti TikTok dan YouTube. Dengan teknologi ini, siaran TV bisa diakses lewat handphone tanpa harus membayar paket data.
Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafidz menyambut baik adanya pengembangan 5G broadcasting di Indonesia. Dia juga melihat teknologi penyiaran berkembang sangat cepat. Dari TV analog, kemudian bermigrasi ke TV digital dan sekarang sudah ada 5G Broadcasting.
"Nah artinya bagaimana industri bisa bertahan mengikuti perkembangan teknologi inilah yang kemudian kita atur dalam sebuah ekosistem, regulasinya harus ada. Kemudian juga penjelasan ataupun sosialisasi tentang teknologi ini harus dilakukan. Karena tidak hanya terkait dengan teman-teman industri TV, tapi ya penontonnya juga harus diedukasi, ketika kita masuk ke babak teknologi baru yaitu 5G Broadcasting,” ujar Meutya Hafidz dalam acara ATVSI Business Forum ‘5G Broadcasting: Challenge & Opportunity’, Selasa (30/7/2024).
Baca Juga: ATVSI: Beri Keadilan antara Kami dengan Platform OTT
Lihat Juga :