Teknologi Keamanan Data Dinilai Tidak Cukup untuk Menangkal Serangan Siber
Selasa, 23 Juli 2024 - 20:04 WIB
loading...
Serangan siber semakin merajalela di era digital. FOTO/ DAILY
A
A
A
JAKARTA - Serangan siber memang menjadi ancaman serius di era digital saat ini. Dengan semakin kompleksnya dunia online dan ketergantungan kita pada teknologi, para pelaku kejahatan siber terus mengembangkan taktik baru untuk mengeksploitasi kelemahan sistem dan data.
BACA JUGA - Tangkal Serangan Siber, BSSN Bentuk Tim Tanggap Insiden Siber
Cyber security atau keamanan siber menjadi isu yang sangat krusial di era digital seperti sekarang ini. Ketergantungan terhadap internet dan teknologi digital yang terus meningkat, selaras dengan tingginya risiko terhadap serangan siber. Karena itu, infrastruktur keamanan tangguh merupakan modal penting dalam melindungi data dan informasi sensitif dari para hacker.
Risiko serangan siber bisa terjadi kepada siapa saja, baik itu individu, organisasi, bahkan negara. Data dari World Economic Forum dalam Global Risk Report 2024menjelaskan, serangan siber menempati urutan ke-5 sebagai salah satu risiko global yang menjadi perhatian utama bagi responden pemerintah dan sektor swasta.
Badan Siber dan Sandi Nasional (BSSN) juga menemukan bahwa jumlah serangan siber di Indonesia mengalami peningkatan, seperti pada tahun 2023 yang mencapai 400 juta serangan dan didominasi Malware seperti Trojan dan Ransomware. Jadi, solusi keamanan seperti apa yang dibutuhkan untuk melindungi dari serangan siber?
BACA JUGA - Tangkal Serangan Siber, BSSN Bentuk Tim Tanggap Insiden Siber
Cyber security atau keamanan siber menjadi isu yang sangat krusial di era digital seperti sekarang ini. Ketergantungan terhadap internet dan teknologi digital yang terus meningkat, selaras dengan tingginya risiko terhadap serangan siber. Karena itu, infrastruktur keamanan tangguh merupakan modal penting dalam melindungi data dan informasi sensitif dari para hacker.
Risiko serangan siber bisa terjadi kepada siapa saja, baik itu individu, organisasi, bahkan negara. Data dari World Economic Forum dalam Global Risk Report 2024menjelaskan, serangan siber menempati urutan ke-5 sebagai salah satu risiko global yang menjadi perhatian utama bagi responden pemerintah dan sektor swasta.
Badan Siber dan Sandi Nasional (BSSN) juga menemukan bahwa jumlah serangan siber di Indonesia mengalami peningkatan, seperti pada tahun 2023 yang mencapai 400 juta serangan dan didominasi Malware seperti Trojan dan Ransomware. Jadi, solusi keamanan seperti apa yang dibutuhkan untuk melindungi dari serangan siber?
Lihat Juga :