Intip Kehebatan Dragon, Roket Termobarik Terbaru Rusia

Kamis, 06 Juni 2024 - 06:16 WIB
loading...
Intip Kehebatan Dragon,...
Roket peluncur ganda TOS-3 Dragon milik Rusia siap diterjunkan ke zona operasi militer khusus di Ukraina. (Foto: TASS)
A A A
JAKARTA - Perang Rusia-Ukraina memicu perlombaan persenjataan di antara kedua belah pihak. Kabar terbaru, Rusia merilis sistem roket termutakhir yang diberi nama TOS-3 Dragon. Sistem roket peluncur ganda ini pun siap diterjunkan ke zona operasi militer khusus di Ukraina.

TOS-3 Dragon merupakan penyempurnaan dari varian lain dari seri Tyazhyelaya Ognemyetnaya Sistema (TOS). Kelebihan utamanya, memiliki sistem pertahanan anti-drone dan daya jangkau lebih luas.

TOS-3 Dragon juga dikenal sebagai bom vakum, menyedot oksigen di sekitarnya untuk menciptakan ledakan berdurasi lebih lama dan bertemperatur tinggi dibandingkan dengan ledakan biasa. Penggunaannya selama ini kontroversial di medan perang dan banyak pihak mengecamnya lantaran dampaknya sangat sadis.

Dilansir dari Interesting Engineering, kemunculan TOS-3 Dragon pertama kali diungkap kantor berita Rusia TASS pada upacara penghargaan Brigade Pertahanan Radiologi, Kimia, dan Biologis Mobil ke-1, baru-baru ini.

Baca Juga: Teknologi Ini Bikin Ukraina Pede Tangkis Serangan Rudal Rusia

Menurut laporan TASS, brigade tersebut saat ini memiliki peluncur roket termobarik TOS-1A dan TOS-2, kendaraan dekontaminasi UTM-80M, kendaraan pengintai RKhM-6 CBRN, dan penghasil asap yang dipasang di truk TDA-3.

Laporan itu tidak secara eksplisit menyatakan TOS-3 sudah beroperasi, tetapi dapat dipastikan pengirimannya akan segera dilakukan atau uji coba pra-layanan sedang berlangsung.

Seri TOS diciptakan untuk menawarkan dukungan tembakan untuk infanteri dan tank. Target utamanya adalah musuh di posisi tembak terbuka dan tertutup, kendaraan lapis baja ringan, dan kendaraan pendukung lainnya.

“TOS-1 dirancang terutama untuk digunakan terhadap sasaran lipatan medan dan terowongan, posisi tempur, kapal, bangunan, serta personel dan target lunak lainnya. Sudut tembakan tinggi dan sudut impact yang curam mendukung penggunaan di daerah defilade dan perkotaan,” menurut TRADOC AS.

Baca Juga: Mengapa Rudal Rusia Semakin Sulit Dicegat Ukraina? Ini Penjelasannya

Dari spesifikasinya, TOS-3 Dragon mirip dengan TOS-1A, karena juga didasarkan pada sasis tank. Namun, pod roketnya sangat mirip dengan TOS-2, yang merupakan peluncur roket termobarik generasi kedua yang dipasang pada sasis truk mobilitas tinggi beroda. Ini menggabungkan yang terbaik dari keduanya.

TOS-2, pertama kali diperkenalkan pada 2020, dilengkapi dengan crane pemuatan terintegrasi dan dapat meluncurkan rudal generasi baru dengan jangkauan lebih luas. Sementara TOS-1A dan TOS-2 dapat membawa 24 dan 18 roket siap tembak, TOS-3 memiliki pod roket dengan tiga baris berisi lima roket dengan total 15 proyektil.

The War Zone mencatat laporan pertama tentang keberadaan TOS-3 Dragon muncul sekitar bulan Februari tahun ini ketika Pabrik Mesin Transport Omsk mengamankan hak merek dagang untuk logo dan nama TOS-3 Dragon.

Dalam wawancara dengan TASS pada April 2024, Bekhan Ozdoev, Direktur Industri Sistem Senjata di Rostec State Corporation, secara resmi mengkonfirmasi pengembangan TOS-3 Dragon. Dia menegaskan senjata baru ini akan memiliki sasis dan peluncur baru yang menembakkan amunisi dengan jangkauan lebih jauh.
(msf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sukhoi Su-47 Fondasi...
Sukhoi Su-47 Fondasi Teknologi Jet Tempur Generasi Berikutnya
Torpedo Super Poseidon,...
Torpedo Super Poseidon, Senjata Pencegah Nuklir Rusia Picu Ketakutan NATO
Berteknologi Canggih,...
Berteknologi Canggih, Kuba Siap Borong Drone Buatan Rusia dan Iran
Palantir Uji Coba AI...
Palantir Uji Coba AI Tempur di Perang Ukraina, Ini Fungsinya
Bongkar Teknologi Rudal...
Bongkar Teknologi Rudal Siluman Su-57 yang Timbulkan Masalah di Ukraina
Drone Satpam Presiden...
Drone Satpam Presiden Rusia yang Bikin Israel Mikir Nggak Berani Macam-macam
10 Negara dengan Rudal...
10 Negara dengan Rudal Balistik Terkuat di Dunia, Juaranya Bukan AS
2 Pemain Sepak Bola...
2 Pemain Sepak Bola Brasil Masuk Daftar Pembunuhan oleh Situs Ukraina
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Rekomendasi
Tim Putri UBAYA dan...
Tim Putri UBAYA dan Tim Putra Perbanas Juara Campus League Basketball Season 1 2026
Cerita Davi, Mahasiswa...
Cerita Davi, Mahasiswa Kedokteran Unair yang Raih Medali Emas ONMIPA-PT 2026 Bidang Biologi
Satgas Yonarhanud 1...
Satgas Yonarhanud 1 Kostrad Gagalkan Penyelundupan Sabu 21 Kg di Perbatasan RI-Malaysia
Berita Terkini
Adu Otak Bukan Otot:...
Adu Otak Bukan Otot: Lus Figo dan Ambisi Baru Game Mobile di Indonesia
Revolusi AI di Layar...
Revolusi AI di Layar Kaca: TV Premium LG 2026 Mengerti Logat Indonesia
Dari Bangkrut Saat Krisis...
Dari Bangkrut Saat Krisis 2008, MrBeast Kini Pimpin 1.000 Karyawan dan 500 Juta Pengikut
Saham SpaceX Ludes,...
Saham SpaceX Ludes, Rebutan Harta Karun Luar Angkasa Dimulai
Resmi Melantai, IPO...
Resmi Melantai, IPO SpaceX Cetak Sejarah dan Jadikan Elon Musk Triliuner Dunia Pertama
Kecerdasan Buatan Sedang...
Kecerdasan Buatan Sedang Mengubah Lanskap Keamanan Siber
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved