China Pamerkan Helikopter Canggih Z-21, Pesaing Apache Amerika

Rabu, 27 Maret 2024 - 09:05 WIB
loading...
China Pamerkan Helikopter...
Helikopter tempur canggih Z-21 buatan China. (Foto: X @RupprechtDeino)
A A A
JAKARTA - China terus mengembangkan jenis persenjataan baru. Berdasarkan informasi yang beredar, Negeri Tirai Bambu itu tengah membangun helikopter tempur canggih Z-21.

Helikopter ini menarik perhatian karena memiliki karakteristik yang mirip dengan tiga model terkenal. Yaitu AH-64 Apache Amerika, helikopter serang Mi-28 Rusia, dan helikopter Z-20.

Dilansir dari Essanews, Rabu (27/3/2024), gambar dan video yang menunjukkan helikopter serang baru China beredar di media sosial. Helikopter baru ini secara signifikan berbeda dari helikopter tempur yang saat ini digunakan China.

Andreas Rupprecht, pakar angkatan udara China, memverifikasi keaslian foto-foto tersebut dan mengonfirmasi bahwa Z-21 merupakan pengembangan dari Z-XX. Helikopter ini dirancang untuk menjadi platform tangguh yang mampu membawa persenjataan besar dan kuat, mirip dengan Apache atau Mi-28 Rusia.

Rupprecht percaya bahwa Z-21 adalah helikopter serang berat yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) untuk melakukan dukungan udara jarak dekat ke pasukan darat, menghancurkan tank dan kendaraan lapis baja lainnya, serta melakukan operasi anti-kapal.

Baca Juga: Helikopter Militer China Terlihat Terbang Membentuk Angka '100'

Meskipun detail spesifikasi powertrain Z-21 masih dirahasiakan, kemungkinan helikopter tempur ini menggunakan mesin yang diadaptasi dari Z-20. Helikopter ini diprediksi akan beroperasi dalam waktu tiga tahun mendatang, menyaingi Apache di medan tempur.

Dari gambar dan video yang beredar, helikopter tempur Z-21 kemungkinan dilengkapi berbagai fitur canggih, antara lain:

1. Rotor utama berbilah lima

Desain rotor ini memberikan keseimbangan antara kinerja dan stabilitas, memungkinkan Z-21 bermanuver dengan cepat dan gesit di medan perang.

2. Mesin yang kuat

Mesin yang kuat memberikan daya angkat yang cukup untuk membawa persenjataan berat dan memungkinkan Z-21 beroperasi di ketinggian yang lebih tinggi. Knalpot yang mengarah ke atas membantu mengurangi jejak inframerah helikopter, membuatnya lebih sulit dideteksi oleh sistem pertahanan udara musuh.

Baca Juga: Spesifikasi Helikopter Apache AH-64 Taiwan, Senjata untuk Melawan China

3. Berbadan ramping

Desain badan pesawat yang ramping membantu mengurangi hambatan aerodinamis dan meningkatkan kecepatan dan jangkauan Z-21. Fairing 'pipi' yang menonjol kemungkinan besar berisi peralatan elektronik dan sensor, seperti radar dan sistem penanggulangan elektronik.

4. Sayap rintisan

Sayap rintisan ini memberikan daya angkat tambahan dan meningkatkan stabilitas helikopter saat terbang dengan kecepatan tinggi.

5. Kokpit tandem

Kokpit tandem memungkinkan pilot dan penembak untuk memiliki pandangan yang lebih baik di medan perang dan bekerja sama secara lebih efektif.

6. Senapan rantai

Senapan rantai dipasang di bawah hidung helikopter dan memberikan tembakan yang kuat dan akurat terhadap target darat.

7. Rangkaian sensor EO/IR

Rangkaian sensor ini memungkinkan helikopter tempur Z-21 untuk beroperasi dalam kondisi siang dan malam hari serta dalam segala cuaca. Sensor EO/IR dapat digunakan untuk mendeteksi, melacak, dan menargetkan musuh.

MG/Muhammad Rauzan Ranupane Ramadan
(msf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Diam-diam Simpan...
China Diam-diam Simpan Ribuan Server di Dasar Laut, Apa Tujuannya?
Nvidia Siap Gandeng...
Nvidia Siap Gandeng Perusahaan China demi Kembangkan Robot Super Humanoid
China Kenalkan Sistem...
China Kenalkan Sistem Identitas Digital untuk Robot Humanoid
China Siapkan Kerangka...
China Siapkan Kerangka Hukum untuk Mengatur Kecerdasan Buatan
AS dan China Berlomba...
AS dan China Berlomba Bangun Pusat Data AI di Luar Angkasa
Apa yang Dilakukan Elon...
Apa yang Dilakukan Elon Musk dan Tim Cook saat Menemani Trump ke China?
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
Siapa Liao Dan? Pria...
Siapa Liao Dan? Pria yang Dijuluki Penipu Paling Setia di China
Rekomendasi
Selain Resmikan RSUD,...
Selain Resmikan RSUD, Prabowo Diagendakan Menghadiri Munas Hipmi di Lampung
SMUP Unpad 2026 Digelar...
SMUP Unpad 2026 Digelar Hari Ini, Cek Ketentuan yang Harus Dipatuhi
Namanya Terseret Kasus...
Namanya Terseret Kasus Dugaan Suap Impor Bea Cukai, Raffi Ahmad Buka Suara
Berita Terkini
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
4 Teknologi Mutakhir...
4 Teknologi Mutakhir di Piala Dunia 2026, Pesepak Bola Akan Jadi Avatar
OpenAI Luncurkan Fitur...
OpenAI Luncurkan Fitur Penguncian Perlindungan Data untuk ChatGPT
Rayakan Hari Jadi ke-30,...
Rayakan Hari Jadi ke-30, Lexar Padukan Visi Teknologi AI dan Sinergi Global
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Infografis
J-36 China Diklaim Bisa...
J-36 China Diklaim Bisa Pecundangi Pesawat Pengebom B-21 AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved