Ambisi Terungkap! Email Bocor Tunjukkan Keinginan Musk Kuasai OpenAI dan Tesla

Jum'at, 08 Maret 2024 - 07:18 WIB
loading...
Ambisi Terungkap! Email...
OpenAI membalas tuntutan Elon Musk dengan membocorkan email yang isinya kontradiktif dengan apa yang diungkap Elon ke publik. Foto: ist
A A A
JAKARTA - Email pribadi milik Elon Musk bocor ke publik. Isinya bikin heboh. Terungkap dari bocoran email itu bagaimana Elon berencana untuk menggabungkan OpenAI dan Tesla.

Dihimpun dari Business Insider, email itu sengaja dibocorkan oleh OpenAI yang kesal menanggapi gugatan yang dilontarkan oleh Elon. Disebutkan bahwa Elon ingin menjadikan OpenAI sebagai sapi perahnya.

Perusahaan kecerdasan buatan itu mengatakan bahwa Musk yang juga merupakan salah satu pendiri menginginkan OpenAI bergabung dengan Tesla. Ia bahkan menginginkan kendali penuh atas perusahaan kecerdasan buatan itu.

OpenAI mengatakan dalam postingannya bahwa Musk terlihat kesal karena perusahaan berhasil membuat kemajuan tanpa dirinya.

Dalam upaya untuk meluruskan hal ini, OpenAI memposting serangkaian email dari Musk yang tampaknya menunjukkan bahwa dia mendukung poros OpenAI menuju penciptaan entitas nirlaba.

Dalam email tahun 2016 yang disertakan dalam postingan tersebut, kepala ilmuwan OpenAI, Ilya Sutskever, mengatakan bahwa perusahaannya harus “kurang terbuka” di masa mendatang, dan Musk menjawab, “ya.”

Email tersebut tampaknya bertentangan dengan komentar yang dibuat oleh CEO Tesla sejak saat itu.

Elon mengatakan pada Februari 2023 bahwa OpenAI menjadi perusahaan dengan keuntungan maksimum yang secara efektif dikendalikan oleh Microsoft, yang sama sekali bukan seperti apa yang dia inginkan.

Namun email tersebut menunjukkan bahwa Elon tidak keberatan perusahaan beralih ke model nirlaba dan mendorongnya selama dia memimpin. Postingan OpenAI mengatakan Elon menginginkan ekuitas mayoritas dan kendali dewan, serta menjadi CEO.

Perusahaan menyebut bahwa mereka melanggar misinya agar satu orang memiliki kendali penuh atas perusahaan dan oleh karena itu tidak dapat mencapai kesepakatan dengan Elon.

Kemudian, dalam email yang dikirim pada 31 Januari 2018, Elon mendukung saran seseorang untuk menjadikan Tesla sebagai "sapi perah" bagi OpenAI dan setuju dengan orang tersebut yang mengatakan perusahaan besar lainnya, seperti Apple atau Amazon, akan gagal karena DNA perusahaan yang tidak sesuai.

"Tesla adalah satu-satunya jalan yang bisa diharapkan untuk mendukung Google,” kata Elon dalam tanggapan email terhadap proposal tersebut. "Meski begitu, kemungkinan untuk menjadi penyeimbang Google sangatlah kecil. Hanya saja, bukan berarti nol," lanjutnya.

Pada akhir Februari 2018, Elon memilih keluar dari perusahaan, kata OpenAI. Dia juga berbagi rencananya untuk membangun pesaing kecerdasan buatan di dalam Tesla, yang kemudian menjadi xAI Corp.

Menurut email dari Elon pada Desember 2018, ia mengatakan OpenAI memiliki peluang 0% untuk menjadi relevan tanpa perubahan besar dalam eksekusi dan sumber daya.

Baca Juga: Ternyata Ini Alasan Elon Musk Olok-olok Meta saat Facebook dan Instagram Down

Dia menambahkan bahwa startup teknologi membutuhkan miliaran dolar per tahun dalam waktu dekat untuk mendapatkan peluang. CEO Tesla itu kemudian menulis di bagian bawah email bahwa dia berharap dia salah.

Elon memang rajin mengkritik OpenAI. Namun, belakangan kritiknya leih keras dan bahkan menjadi tuntutan. Dalam pengumuman OpenAI, perusahaan tersebut mengatakan bahwa mereka akan berusaha agar semua tuntutanElonditolak.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Resmi Melantai, IPO...
Resmi Melantai, IPO SpaceX Cetak Sejarah dan Jadikan Elon Musk Triliuner Dunia Pertama
OpenAI Luncurkan Fitur...
OpenAI Luncurkan Fitur Penguncian Perlindungan Data untuk ChatGPT
X Luncurkan Fitur Reaksi...
X Luncurkan Fitur Reaksi Video untuk Pengguna iOS
Ambisi Gila IPO SpaceX:...
Ambisi Gila IPO SpaceX: Kejar Rp1.350 Triliun dalam Semalam
Mengapa Indonesia Mendadak...
Mengapa Indonesia Mendadak Jadi Kiblat Baru ChatGPT Images 2.0?
ChatGPT Jadi Aplikasi...
ChatGPT Jadi Aplikasi Tercepat Mencapai 1 Miliar Pengguna di Seluruh Dunia
Elon Musk Jadi Kuadriliuner...
Elon Musk Jadi Kuadriliuner Pertama di Dunia, Seberapa Banyak Uangnya?
Akhirnya Eropa Izinkan...
Akhirnya Eropa Izinkan Fitur FSD Tesla Digunakan
4 Fakta Tempat Tinggal...
4 Fakta Tempat Tinggal Elon Musk, Rumah Sewa dan Ukurannya Mungil
Rekomendasi
Posisi Iran Jadi Pemenang,...
Posisi Iran Jadi Pemenang, Israel Tetap Berstatus Pecundang
Revisi UU Hak Cipta...
Revisi UU Hak Cipta Dikhawatirkan Bebani UMKM hingga Startup
Kisah Mas Rushh Bangun...
Kisah Mas Rushh Bangun Personal Branding lewat Konten Keluarga
Berita Terkini
Pembaruan Windows 11...
Pembaruan Windows 11 Menyebabkan Serangkaian Bug Serius
Komputer Kuantum Optik...
Komputer Kuantum Optik Bakal Jadi Kebutuhan Energi AI
Meta Akui Kesalahan...
Meta Akui Kesalahan dalam Restrukturisasi AI
Mau Traveling Keluarga...
Mau Traveling Keluarga Lebih Menyenangkan? Ikuti 5 Tips ala Tika Nurjanah
Beda Jauh dengan GPS,...
Beda Jauh dengan GPS, Kenapa AirTag dan Smart Tag Sering Telat Update Lokasi?
Di Balik Pemblokiran...
Di Balik Pemblokiran AI Tercanggih Anthropic Fable 5: Berantem dengan Pemerintah AS
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved