Terungkap, Ini Cara Rusia Tetap Dapat Layanan Starlink

Jum'at, 16 Februari 2024 - 19:34 WIB
loading...
Terungkap, Ini Cara...
Militer Rusia diyakini masih menggunakan layanan internet Starlink milik Elon Musk. (Foto: Daily Mail)
A A A
JAKARTA - Militer Rusia diyakini masih menggunakan layanan internet Starlink milik Elon Musk. Hal itu setelah intelijen Ukraina mendapat informasi bahwa Rusia memperoleh pasokan terminal satelit Starlink untuk mendukung operasional dari pemasok di negara-negara Arab. Langkah ini sebagai siasat atas sanksi dari negara-negara barat.

Intelijen Ukraina menyebut terminal-terminal satelit Starlink itu dibeli sekitar USD2.200 per unit. Layanan yang dimiliki oleh Elon Musk ini telah menjadi vital untuk komunikasi medan perang Kyiv, tetapi pejabat Ukraina mengatakan pasukan Rusia juga semakin mengandalkannya selama invasi hampir dua tahun.

Direktorat Utama Intelijen Kementerian Pertahanan Ukraina merilis intersep audio dari dua tentara Rusia yang membahas pembelian unit dari penyedia Arab seharga sekitar 200.000 Rubel atau setara dengan USD2.200, setiap unit.

"Rusia membeli peralatan komunikasi, termasuk terminal internet satelit Starlink, untuk digunakan dalam perang, di negara-negara Arab," kata kementerian tersebut di Telegram dikutip dari Daily Mail, Jumat (16/2/2024).

Baca Juga: Rusia: Satelit Starlink Elon Musk Bisa Membajak Rudal saat Terbang

Sebelumnya, juru bicara Direktorat Utama Intelijen Kementerian Pertahanan Ukraina Andriy Yusov mengatakan kepada Reuters bahwa pasukan Rusia membeli terminal tersebut melalui negara ketiga yang tidak disebutkan.

Agen Rusia dilaporkan menggunakan perantara di Dubai untuk mendapatkan terminal-terminal tersebut. Sebuah klip audio yang dirilis oleh intelijen Ukraina diduga menunjukkan dua tentara Rusia yang berbicara tentang terminal tersebut. "Bisa saya pesankan Starlink untukmu? Dan kamu akan memiliki koneksi yang bagus sekali. Kawan, kamu membutuhkan Starlink."

Salah satu tentara Rusia merujuk kepada seseorang bernama Oboz yang memiliki koneksi untuk mendapatkan terminal-terminal tersebut. "Orang Arab membawa segala sesuatu kepada kami, kabel, wifi, router," katanya.

Starlink menegaskan tidak berbisnis dengan Rusia atau beroperasi di wilayah Rusia, artinya layanan tidak akan berfungsi di negara tersebut. "SpaceX tidak pernah menjual atau memasarkan Starlink di Rusia, dan juga tidak pernah mengirim peralatan ke lokasi di Rusia."

Baca Juga: Teruji di Medan Perang Rusia Ukraina, Internet Starlink Jadi Andalan Angkatan Udara AS

Lontaran serupa juga disampaikan Kremlin. Mereka mengatakan bahwa terminal tersebut tidak disertifikasi untuk digunakan di, atau secara resmi disediakan kepada Rusia dan oleh karena itu tidak dapat digunakan.

Adapun Ukraina mengatakan bahwa perangkat komunikasi SpaceX tersebut digunakan oleh pasukan Rusia dalam invasi ke Ukraina. Andriy Yusov bahkan menyebut masalah tersebut sistemik. "Kasus penggunaan perangkat tersebut oleh Rusia telah tercatat. Ini mulai menjadi sistemik," ujarnya.

Disebutkan, Pasukan Pendarat Udara Garda Ke-83 Rusia termasuk yang menggunakan layanan tersebut di sekitar Klishchiivka dan Andriivka. Mereka yakin pasukan Rusia mampu memodifikasi terminal Starlink, membuatnya tampak beroperasi di wilayah yang diizinkan.

Pihak lain berspekulasi bahwa tentara Rusia mungkin telah mencuri terminal dari area Ukraina yang berada di wilayah yang diizinkan. Hingga saat ini, Starlink telah beroperasi di Ukraina, kecuali Crimea, karena Elon Musk ingin menghentikan Kyiv menargetkan kapal perang Rusia, dan menggunakan terminal tersebut untuk keperluan kemanusiaan bukan militer.
(msf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Resmi Melantai, IPO...
Resmi Melantai, IPO SpaceX Cetak Sejarah dan Jadikan Elon Musk Triliuner Dunia Pertama
X Luncurkan Fitur Reaksi...
X Luncurkan Fitur Reaksi Video untuk Pengguna iOS
Ambisi Gila IPO SpaceX:...
Ambisi Gila IPO SpaceX: Kejar Rp1.350 Triliun dalam Semalam
Sukhoi Su-47 Fondasi...
Sukhoi Su-47 Fondasi Teknologi Jet Tempur Generasi Berikutnya
Elon Musk Prediksi AI...
Elon Musk Prediksi AI Akan Membuat Manusia Tak Perlu Bekerja
Torpedo Super Poseidon,...
Torpedo Super Poseidon, Senjata Pencegah Nuklir Rusia Picu Ketakutan NATO
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Rekomendasi
Asabri Gandeng Bio Farma...
Asabri Gandeng Bio Farma Edukasi Kanker Serviks di Sespim Polri
Prabowo Bertemu Kapolri...
Prabowo Bertemu Kapolri di Istana, Terima Laporan Kamtibmas-Persiapan Hari Bhayangkara 2026
Sinopsis Sinetron Tobat...
Sinopsis Sinetron 'Tobat Jatuh Cinta' Eps 4: Tingkah Lucu Warga Kampung Sindang Barang Tetap Mewarnai Suasana
Berita Terkini
Gandeng SAP, Strategi...
Gandeng SAP, Strategi Digital Geo Dipa Mengelola Potensi Panas Bumi Lebih dari 800 MW
Meta Menemukan Tambang...
Meta Menemukan Tambang Emas Baru
Google dan A24 Berkolaborasi...
Google dan A24 Berkolaborasi Kembangkan Teknologi AI di Industri Film
Tanda-tanda Ponsel Anda...
Tanda-tanda Ponsel Anda sedang Diawasi yang Perlu Diketahui
Ilmuwan Mengembangkan...
Ilmuwan Mengembangkan Jaket Penghasil Air dari Udara Sekitar
Gandeng PT Samafitro,...
Gandeng PT Samafitro, Hytera Perkuat Jaringan Komunikasi Profesional di Indonesia
Infografis
Negara NATO Ini Klaim...
Negara NATO Ini Klaim akan Diinvasi Rusia dalam Beberapa Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved