Apple Vision Pro Booming, Pasar Headset Virtual Makin Kompetitif

Rabu, 14 Februari 2024 - 15:00 WIB
loading...
Apple Vision Pro Booming, Pasar Headset Virtual Makin Kompetitif
Mark Zuckerberg mengklaim kualitas headset Meta Quest 3 lebih baik ketimbang Apple Vision Pro. (Foto: Neowin)
A A A
JAKARTA - Kehadiran headset Apple Vision Pro membuat bos Meta Mark Zuckerberg kian terpacu. Ia mengklaim kualitas headset Meta Quest 3 lebih baik.

Apple Vision Pro diluncurkan awal bulan Februari 2024 lalu, namun memicu berbagai tanggapan. Para pengulas sebagian besar memberikan tanggapan positif tentang masuknya Apple ke dalam ruang headset virtual.

Melansir Neowin.net, Rabu (14/2/2024),satu-satunya kompetitor utama Vision Pro yaitu Meta Quest 3. Bahkan CEO Meta Mark Zuckerberg memutuskan untuk memberikan ulasan tentang Apple Vision Pro demi menonjolkan keunggulan headset Meta Quest 3.

Dalam unggahan video di Instagram-nya, Zuckerberg berharap bisa membandingkan headset premium Vision Pro senilai Rp55 juta dengan produknya yang hanya seharga Rp6,3 juta. "Saya pikir Quest adalah produk terbaik, titik," ujarnya setelah mencoba headset Vision Pro.



Bahkan, dia membuat sejumlah poin yang valid ketika membandingkan Vision Pro dengan Meta Quest 3 . Salah satunya Vision Pro memiliki layar resolusi tinggi, sedangkan Meta Quest 3 memiliki sudut pandang yang lebih luas. Meta Quest 3 dinilainya lebih ringan 120 gram daripada Vision Pro sehingga lebih nyaman ditempatkan di kepala.

Secara keseluruhan, Zuckerberg percaya bahwa Meta Quest 3 lebih baik untuk sebagian besar hal dibandingkan dengan Apple Vision Pro. Dia juga menyebutkan bahwa Meta Quest 3 mendukung permainan game Xbox. Memang, model Meta Quest 2, 3, dan Pro semuanya menambahkan dukungan untuk Xbox Cloud Gaming melalui Xbox Game Pass Ultimate kembali pada Desember lalu, ataj beberapa bulan sebelum peluncuran Vision Pro.



Sekali lagi, tidak mengherankan melihat Zuckerberg mempromosikan Meta Quest 3-nya melawan Apple Vision Pro . Namun, penting untuk diingat bahwa perangkat realitas virtual dan realitas campuran masih merupakan pasar khusus dan penjualannya belum bisa terjangkau oleh semua kalangan.
(msf)
Baca Berita Terkait Lainnya
Copyright ©2024 SINDOnews.com
All Rights Reserved
read/ rendering in 0.1871 seconds (0.1#10.140)