Mengenal Merpati Mata-Mata yang Diduga Dipakai China
Sabtu, 03 Februari 2024 - 09:28 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Merpati Hitam Superlangka Terlihat di Papua, Ilmuwan: Seperti Menemukan Unicorn
Edward Wasserman, asisten penulis studi dan profesor psikologi eksperimental di Universitas Iowa melihat perilaku merpati menunjukkan alam mungkin telah mengembangkan algoritma yang efektif dalam menguasai tugas-tugas yang menantang.
Pada layar digital, merpati mengamati elemen-elemen visual yang beragam, termasuk garis-garis dengan ketebalan yang berbeda, penataan, dan desain, serta lingkaran yang terpisah dan bertumpuk. Burung-burung tersebut kemudian dapat mengetuk tombol di salah satu sisi untuk mengategorikan visual tersebut.
Brandon Turner, penulis utama studi dan profesor psikologi di Universitas Ohio mengatakan merpati tidak beroperasi berdasarkan aturan tertentu. Dia menjelaskan mereka belajar melalui percobaan dan kesalahan. Dalam catatannya, ketika burung-burung itu diperlihatkan dengan visual tertentu yang dilabeli sebagai "kategori A", mereka akan mengklasifikasikan apa pun yang menyerupainya di bawah kategori yang sama, menunjukkan keahlian dalam mengenali kesamaan.
Selama uji coba, merpati meningkatkan akurasi pengambilan keputusan, naik dari 55 persen menjadi 95 persen untuk tugas-tugas dasar. Namun, ketika dihadapkan pada tugas-tugas yang rumit, presisi mereka naik dari 55 persen menjadi 68 persen.
Edward Wasserman, asisten penulis studi dan profesor psikologi eksperimental di Universitas Iowa melihat perilaku merpati menunjukkan alam mungkin telah mengembangkan algoritma yang efektif dalam menguasai tugas-tugas yang menantang.
Pada layar digital, merpati mengamati elemen-elemen visual yang beragam, termasuk garis-garis dengan ketebalan yang berbeda, penataan, dan desain, serta lingkaran yang terpisah dan bertumpuk. Burung-burung tersebut kemudian dapat mengetuk tombol di salah satu sisi untuk mengategorikan visual tersebut.
Brandon Turner, penulis utama studi dan profesor psikologi di Universitas Ohio mengatakan merpati tidak beroperasi berdasarkan aturan tertentu. Dia menjelaskan mereka belajar melalui percobaan dan kesalahan. Dalam catatannya, ketika burung-burung itu diperlihatkan dengan visual tertentu yang dilabeli sebagai "kategori A", mereka akan mengklasifikasikan apa pun yang menyerupainya di bawah kategori yang sama, menunjukkan keahlian dalam mengenali kesamaan.
Selama uji coba, merpati meningkatkan akurasi pengambilan keputusan, naik dari 55 persen menjadi 95 persen untuk tugas-tugas dasar. Namun, ketika dihadapkan pada tugas-tugas yang rumit, presisi mereka naik dari 55 persen menjadi 68 persen.
(msf)
Lihat Juga :