Hacker Pakai Update WPS Office untuk Sisipkan Malware

Senin, 29 Januari 2024 - 15:11 WIB
loading...
Hacker Pakai Update WPS Office untuk Sisipkan Malware
Cari mangsa, hacker pakai update WPS Office. FOTO/ DAILY
A A A
LONDON - Beribu cara dilakukan hacker untuk menaklukan para korbannya. Terbaru, yang ditemukan oleh peneliti di perusahaan keamanan siber ESET adalah dengan menggunakan update aplikasi produktivitas WPS Office.



Metode yang stau ini dilakukan oleh kelompok hacker Blackwood. Dengan menggunakan update aplikasi WPS Office mereka dapat menyisipkan malware canggih yang disebut NSPX30 untuk melakukan pengintaian.

Untuk diketahui, malware NSPX30 merupakan malware berbahaya yang sudah eksis sejak tahun 2018 lalu. Dipercaya malware dikampanyekan oleh kelompok yang berafiliasi dengan pemerintah negara China.

NSPX30 adalah implan canggih berdasarkan kode dari pintu belakang bernama 'Project Wood' yang memiliki kemampuan dasar untuk mengumpulkan data sistem, keylogging, dan mengambil tangkapan layar.

Fungsi utama NSPX30 adalah mengumpulkan informasi dari sistem yang dibobol, termasuk file, tangkapan layar, penekanan tombol, data perangkat keras dan jaringan, serta kredensial, melansir dari Bleeping Computer, Senin(29/1/2024).

Para peneliti ESET mengatakan bahwa serangan menargetkan pengguna yang berada di China, Jepang, dan Inggris. Selain bisa disalurkan lewat update WPS Office, malwarejuga bisa dikirm lewat platform pesan instan Tencent QQ, dan editor dokumen Sogou Pinyin.

Menurut para peneliti, pelaku ancaman melakukan serangan AitM dan mencegat lalu lintas yang dihasilkan oleh NSPX30 untuk menyembunyikan aktivitasnya dan menyembunyikan server perintah dan kontrol (C2).

ESET juga mencatat bahwa Blackwood mungkin berbagi akses dengan grup APT Tiongkok lainnya, karena mereka mengamati sistem satu perusahaan menjadi sasaran perangkat yang terkait dengan banyak aktor.

Aspek penting dari aktivitas Blackwood adalah kemampuan untuk menghadirkan NSPX30 dengan membajak permintaan pembaruan yang dibuat oleh perangkat lunak sah, termasuk Tencent QQ, WPS Office, dan Sogou Pinyin.

Namun hal ini berbeda dengan kompromi rantai pasokan, karena Blackwood menyadap komunikasi HTTP yang tidak terenkripsi antara sistem korban dan server pembaruan dan melakukan intervensi untuk mengirimkan implan.

Mekanisme pasti yang memungkinkan Blackwood mencegat lalu lintas tersebut tidak diketahui. ESET berspekulasi bahwa hal ini mungkin dilakukan dengan menggunakan implan di jaringan target, mungkin pada peralatan yang rentan seperti router atau gateway.

Berdasarkan analisis para peneliti, mereka percaya bahwa back door asli yang menjadi akar evolusi implan khusus NSPX30 tampaknya telah dikembangkan oleh pengembang malware yang handal.
(wbs)
Baca Berita Terkait Lainnya
Copyright ©2024 SINDOnews.com
All Rights Reserved
read/ rendering in 0.2135 seconds (0.1#10.140)