Ilmuwan China Tawarkan Metode Kaca Pendingin untuk Melawan Perubahan Iklim

Kamis, 04 Januari 2024 - 11:11 WIB
loading...
A A A
Jendela tersebut adalah rentang spektrum elektromagnetik yang dapat melewati atmosfer bumi dan keluar ke luar angkasa tanpa meningkatkan suhunya. Jadi secara efektif menggunakan ruang angkasa sebagai penyerap panas.

Baca juga; BMKG Sebut Perubahan Iklim Makin Mengkhawatirkan

“Cuaca yang lebih sejuk akibat efek pendinginan kaca dan atau tindakan lain untuk melawan perubahan iklim dapat mendorong masyarakat untuk mengurangi penggunaan AC,” tambah Zhao kepada Space.com.

Cat berbahan dasar keramik baru dari tim ini, yang hadir dalam empat warna, merupakan produk baru karena tahan lama setidaknya selama 30 tahun. Lapisan ini mampu menahan suhu hingga 1.832 derajat Fahrenheit (1.000 derajat Celcius) serta paparan air dan bahkan nyala api.

“Dalam hal ini, saya pikir ini jelas merupakan strategi yang menarik dan berpotensi efektif,” kata Aaswath Raman, seorang profesor ilmu material di Universitas California, Los Angeles, yang tidak terlibat dalam studi baru ini. Penelitian baru ini dijelaskan dalam makalah yang diterbitkan di jurnal Science.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Diam-diam Simpan...
China Diam-diam Simpan Ribuan Server di Dasar Laut, Apa Tujuannya?
Nvidia Siap Gandeng...
Nvidia Siap Gandeng Perusahaan China demi Kembangkan Robot Super Humanoid
China Kenalkan Sistem...
China Kenalkan Sistem Identitas Digital untuk Robot Humanoid
China Siapkan Kerangka...
China Siapkan Kerangka Hukum untuk Mengatur Kecerdasan Buatan
AS dan China Berlomba...
AS dan China Berlomba Bangun Pusat Data AI di Luar Angkasa
Apa yang Dilakukan Elon...
Apa yang Dilakukan Elon Musk dan Tim Cook saat Menemani Trump ke China?
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Ini Daftar Negara yang...
Ini Daftar Negara yang Hukum Mati dan Rampas Aset Koruptor, Bagaimana dengan Indonesia?
Presiden China Xi Jinping...
Presiden China Xi Jinping akan Kunjungi Korea Utara Pekan Depan
Rekomendasi
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
Pramono Yakin CFD Rasuna...
Pramono Yakin CFD Rasuna Said Jadi Ikon Baru Jakarta, Dilirik Wisatawan Mancanegara
Berita Terkini
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, AI Dilibatkan Langsung dalam Operasi Medis
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
Bangun Kedaulatan Digital,...
Bangun Kedaulatan Digital, Telkom Pertemukan Regulator dan Pemain Industri
Kehilangan Kendali,...
Kehilangan Kendali, Anthropic Usulkan Hentikan Sementara Pengembangan AI
Respons Permintaan Tinggi,...
Respons Permintaan Tinggi, Telkom Akselerasi Ekspansi Kapasitas NeutraDC Batam
Infografis
IRGC Siapkan Jebakan...
IRGC Siapkan Jebakan Maut untuk Armada Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved