10 Skandal Industri Teknologi yang Mengguncang Dunia

Selasa, 21 November 2023 - 22:00 WIB
loading...
A A A

8. Nikola Motors


Gelombang startup kendaraan listrik (EV) akhir-akhir ini bermunculan. Nikola Motors menjadi salah satu yang paling bersinar. Dipimpin Trevor Milton, Nikola mengklaim sedang mengembangkan beberapa kendaraan, termasuk truk semi listrik. Ini masih merupakan teritori yang sangat inovatif pada saat itu - emisi tinggi dari truk semi berarti banyak minat dalam menciptakan versi yang lebih bersih, tetapi teknologi baterai sejauh ini membuatnya tidak mungkin mengembangkan truk dengan jangkauan yang komersial.

Kemajuan yang diklaim oleh Nikola dalam menghadirkan truk semacam itu membuatnya menarik minat tingkat tinggi dari pasar, termasuk kemitraan yang diusulkan dengan GM. Namun, laporan mengejutkan yang diterbitkan oleh Hindenburg Research menyatakan pengembangan kendaraan Nikola hanyalah kebohongan Trevor Milton. Termasuk dalam laporan tersebut adalah klaim bahwa video truk semi Nikola yang seharusnya dapat dikendarai dengan daya sendiri sebenarnya menunjukkan truk itu melaju di lereng. Penelitian lebih lanjut membuktikan klaim ini benar.

Milton mengundurkan diri sebagai CEO segera setelah laporan tersebut dipublikasikan, tetapi masalahnya baru saja dimulai. Para investor dan mitra dengan cepat menjauh dari startup yang tercela itu, jaksa federal menyelidiki klaim tersebut secara detail dan menemukan banyak bukti merugikan pendiri perusahaan. Pada tahun 2022, pengadilan memvonis Milton bersalah atas upaya penipuan, dan hukumannya dijadwalkan pada akhir November 2023.

9. Cambridge Analytica dan Facebook


Perusahaan konsultan politik Inggris, Cambridge Analytica, dituduh menggunakan data pribadi jutaan pengguna Facebook untuk mempengaruhi serangkaian peristiwa politik besar, termasuk pemilihan presiden AS 2016 dan referendum Brexit.

Perusahaan konsultan tersebut mengontrak seorang peneliti yang memanen data pribadi dari pengguna tanpa persetujuan, dengan izin sebelumnya dari Facebook untuk melakukannya. Data itu kemudian diduga digunakan untuk mengarahkan pemilih baik di AS maupun di luar negeri.

Perusahaan ini bekerja untuk salah satu kandidat capres AS selama kampanye presidensial 2016. Perusahaan tersebut mengklaim bahwa data sensitif tidak digunakan untuk tujuan kampanye, tetapi hal ini disambut dengan skeptisisme publik.

Cambridge Analytica akhirnya ditutup pada 2018, dan setahun kemudian, FTC mengeluarkan putusan bahwa data yang dikumpulkan secara ilegal harus dihapus.

10. iPhone 6 dan Bendgate


Skandal Bendgate dimulai setelah seorang YouTuber merilis video yang menunjukkan seberapa mudah iPhone 6 Plus yang baru dirilis dapat dibengkokkan pada September 2014. Hal ini diikuti oleh para pembeli lain yang melaporkan masalah serupa.

Ada banyak kontroversi tentang video asli. Beberapa media bahkan mengecamnya sebagai palsu, tetapi seiring munculnya laporan-laporan lain, menjadi semakin jelas bahwa ada cacat desain pada ponsel tersebut. Terutama, di area dekat tombol volume di mana casing aluminium dapat dibengkokkan dengan mudah.

Meskipun Apple tidak pernah mengakui kesalahan pada saat itu, dokumen-dokumen yang dirilis bertahun-tahun kemudian mengonfirmasi bahwa perusahaan menyadari desain baru ini cacat, dan pengujian internal telah membuktikan iPhone 6 Plus lebih lemah daripada pendahulunya. Bahkan, data internal Apple menunjukkan iPhone 6 Plus 7,2 kali lebih mungkin untuk dibengkokkan daripada iPhone 5, menurut dokumen yang diterbitkan oleh Vice, sementara iPhone 6 3,3 kali lebih mungkin. Apple tidak pernah mengubah sikap resmi mereka bahwa tidak ada cacat bawaan pada desainnya produknya.
(msf)
Halaman :
Baca Berita Terkait Lainnya
Copyright ©2024 SINDOnews.com
All Rights Reserved
read/ rendering in 0.1591 seconds (0.1#10.140)