Aplikasi Peringatan Dini Israel Menyelamatkan Nyawa, Warga Gaza Hidup dalam Kegelapan

Senin, 13 November 2023 - 09:12 WIB
loading...
Aplikasi Peringatan Dini Israel Menyelamatkan Nyawa, Warga Gaza Hidup dalam Kegelapan
Aplikasi peringatan dini Israel banyak menyelamatkan nyawa warga mereka, sementara warga Gaza tidak punya akses internet. Foto: ist
A A A
GAZA - Rocket Alert jadi aplikasi yang wajib diunduh warga Israel karena punya fungsi penting: memberi peringatan jika ada roket dari Hamas diluncurkan. Ini kontras dengan warga Gaza yang sama sekali memiliki internet, bahkan listrik.

Pemerintah Israel punya aplikasi andalan yang disebut Home Front Command. Aplikasi itu telah memperingatkan 10.000 ancaman sejak Hamas pertama kali menyerang pada 7 Oktober 2023 silam.

Sejak itu, pengguna aplikasi Home Front Command naik 3x lipat, dipakai oleh 2 juta pengguna aktif dari sebelumnya yang hanya 600.000 pengguna. Banyak juga beberapa aplikasi yang langsung terhubung ke server militer Israel, yang bisa memberikan peringatan dini akan serangan Hamas.

“Dengan memberikan peringatan dini kepada warga sipil, kami menyelamatkan nyawa,” kata seorang letnan kolonel Itay, yang mengawasi sistem peringatan dini untuk Pasukan Pertahanan Israel (IDF).

Dia mengaku timnya baru-baru ini mendapat pesan ucapan terima kasih dari seorang ibu yang mengatakan bahwa aplikasi tersebut memperingatkan adanya serangan empat detik yang berharga sebelum alarm berbunyi melalui sirene publik yang tersebar di jalan-jalan sejak 2006. “Itu berarti satu anak lagi yang bisa dia bawa ke dalam tempat penampungan,” katanya

Aplikasi Peringatan Dini Israel Menyelamatkan Nyawa, Warga Gaza Hidup dalam Kegelapan

Aplikasi ini memberi gambaran real time terhadap serangan yang terjadi. Foto: ist

Aplikasi dan sirene ini merupakan cara efektif bagi pemerintah Israel untuk melindungi warga mereka, tentu saja ditunjang oleh sistem pertahanan rudal Iron Dome yang secara efektif mencegat atau menghancurkan sebagian besar senjata udara yang menuju ke Israel.

Pemerintah terus mendorong masyarakat di Israel untuk mengunduh aplikasinya. Sayangnya, di seberang perbatasan, militer Israel terkadang menelepon warga di Gaza untuk memperingatkan serangan mereka sendiri.

Namun jaringan listrik dan komunikasi di sana tidak dapat diandalkan sejak serangan Israel baru-baru ini dimulai. Pekan lalu, akses internet terputus sepenuhnya. Aplikasi Home Front Command tidak memberikan peringatan untuk wilayah yang dikuasai Hamas yang disengketakan, karena wilayah tersebut berada di luar yurisdiksi Israel, kata letnan kolonel Itay.

Aktivis Palestina dan pengusaha teknologi mengatakan tidak ada satupun yang mencoba memberikan sistem peringatan dini yang setara kepada warga sipil di Gaza.

Sebenarnya, jika ada listrik dan internet, aplikasi peringatan dini juga bisa digunakan oleh warga Gaza. “Solusi teknologi tidak bisa dipakai di Gaza,” kata Mohammad Alnobani, warga Palestina yang merupakan CEO layanan fotografi saham yang berfokus pada Arab, Middle Frame, berbicara menjelang runtuhnya komunikasi pada hari Jumat di Gaza.

Dia mengatakan upaya untuk mempertahankan kontak dengan siapa pun di Gaza saat ini membuat frustrasi. “Kami biasanya kehilangan kontak dengan mereka dan menghubungi kembali setiap beberapa hari untuk memastikan mereka masih hidup.”



Sistem peringatan dini ponsel pintar Israel berakar pada proyek sampingan tahun 2012 yang dimulai oleh sepasang insinyur perangkat lunak asal Israel.
Dengan akses yang disetujui ke pusat data milik pemerintah Israel, mereka mengembangkan sebuah aplikasi yang sekarang dikenal sebagai Red Alert: Israel untuk memberi tahu orang-orang ketika sirene jalanan—bagian dari sistem yang dikenal sebagai Red Color—yang memperingatkan akan adanya roket yang datang berbunyi.

Mereka bertujuan untuk menjangkau orang-orang yang mungkin belum pernah mendengar sirene, mungkin karena mereka berada di pinggir kota atau sedangmengemudi.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Baca Berita Terkait Lainnya
Copyright ©2024 SINDOnews.com
All Rights Reserved
read/ rendering in 0.3032 seconds (0.1#10.140)