Lumpur dan Tanah Hitam Ukraina Bikin Tank Leopard 2 Terbenam

Kamis, 05 Oktober 2023 - 20:32 WIB
loading...
A A A
Sebelumnya, pengamat militer dan pensiunan colonel, Victor Litovkin memprediksi bahwa tank Leopard 2 tidak cocok untuk Ukraina karena memiliki kontur tanah berbeda. Apalagi bobot tank Leopard 2 lebih berat sekitar 20 ton dibandingkan tank Rusia.

Fakta ini membuat tank Leopard 2 mudah terjebak dalam lumpur atau tanah hitam Ukraina yang disebut chernozem. Apalagi pada musim gugur dan menjelang musim dingin, membuat permukaan tanah menjadi lebih lunak sehingga membuat roda tank macet terjebak lumpur.

Baca juga; Duel Tank Leopard 2 Jerman Lawan T-90M Proryv Rusia, Ini Kalkulasi di Atas Kertas

Lumpur Ukraina dapat berdampak signifikan terhadap pergerakan tank Leopard 2 Jerman. Lumpur masuk ke berbagai bagian tangki, termasuk track, roda, dan komponen mekanis lainnya.

Hal ini dapat menyebabkan tank kehilangan traksi dan menyulitkan pergerakan maju atau manuver secara efektif. Lumpur juga dapat menyumbat filter udara mesin sehingga mengakibatkan penurunan performa dan berpotensi menyebabkan kegagalan kinerja tank.
Lumpur dan Tanah Hitam Ukraina Bikin Tank Leopard 2 Terbenam


Chernozem atau tanah hitam Ukraina juga menjadi ancaman tank Leopard 2, apalagi pada musim gugur dan musim dingin. Tank Leopard 2 yang berat dapat tersangkut jauh di dalam tanah hitam selama musim hujan karena karakteristiknya yang unik.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sukhoi Su-47 Fondasi...
Sukhoi Su-47 Fondasi Teknologi Jet Tempur Generasi Berikutnya
Palantir Uji Coba AI...
Palantir Uji Coba AI Tempur di Perang Ukraina, Ini Fungsinya
Bongkar Teknologi Rudal...
Bongkar Teknologi Rudal Siluman Su-57 yang Timbulkan Masalah di Ukraina
Diserang Drone, Rumah...
Diserang Drone, Rumah Putin Ternyata Dilindungi Teknologi Anti-Nuklir
Dibantu Eropa, Diam-diam...
Dibantu Eropa, Diam-diam Ukraina Serang Rusia dari Luar Angkasa
Rusia Siapkan Platform...
Rusia Siapkan Platform Khusus untuk Blokir Nomor Telepon dan Website Berbahaya
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Presiden Belarusia:...
Presiden Belarusia: Lobi Yahudi Menipu Putin
Rekomendasi
Presiden Prabowo: Selamat...
Presiden Prabowo: Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Berita Terkini
Berpengalaman di Perang...
Berpengalaman di Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Jarak Jauh RQ-70 Dainn
Pembaruan Windows 11...
Pembaruan Windows 11 Menyebabkan Serangkaian Bug Serius
Komputer Kuantum Optik...
Komputer Kuantum Optik Bakal Jadi Kebutuhan Energi AI
Meta Akui Kesalahan...
Meta Akui Kesalahan dalam Restrukturisasi AI
Mau Traveling Keluarga...
Mau Traveling Keluarga Lebih Menyenangkan? Ikuti 5 Tips ala Tika Nurjanah
Beda Jauh dengan GPS,...
Beda Jauh dengan GPS, Kenapa AirTag dan Smart Tag Sering Telat Update Lokasi?
Infografis
Hasil Drawing Grup Piala...
Hasil Drawing Grup Piala Dunia 2026: Brasil dan Prancis Dihadang Kuda Hitam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved