Drone Zala Lancet Rusia Bikin Tank Leopard 2 Ukraina Ringsek, Ini Rahasia Kehebatannya
Minggu, 11 Juni 2023 - 14:56 WIB
loading...
A
A
A
Perubahan ini menyebabkan berat lepas landas maksimum jadi berbeda. Zala Lancet-1 lepas landas dengan berat lepas landas maksimum 5 kilogram, sedangkan Lancet-3 lepas landas dengan berat lepas landas maksimum 15 kilogram.
Hulu ledak drone tempur Zala Lancet bekerja berdasarkan prinsip peluru kendali anti-tank (ATGM). Jadi hulu ledak Zala Lancet-3 meledak sebelum mencapai target, kemudian menembakkan peluru yang menembus armor (lapisan baja) ke target.
![Drone Zala Lancet Rusia Bikin Tank Leopard 2 Ukraina Ringsek, Ini Rahasia Kehebatannya]()
Kemampuan ini diperoleh dari kecepatan drone Zala Lancet-3 yang bisa mencapai 300 km per jam ketika menukik menghunjam bodi tank Leopard 2A6. Ledakan fragmentasi eksplosif tinggi dan hulu ledak termobarik, jadi kekuatan mematikan menembus lapisan baja tank Leopard dan membuatnya rusak parah.
Baca juga; Duel Tank Leopard 2 Jerman Lawan T-90M Proryv Rusia, Ini Kalkulasi di Atas Kertas
Kecepatan dan daya ledak besar ini dipadu keakuratan drone tempur Zala Lancet-3 membidik target musuh. Dengan sistem Electro-optik (EO) yang baru dan modern, drone tempur Zala Lancet jarang meleset mengunci targetnya.
“Secara khusus, Lancet sangat otonom dan membawa sistem optik-elektronik yang membantu menemukan dan menghancurkan target secara independen,” jelas Rosctec.
Rahasia Kehebatan Zala Lancet-3 Hancurkan Tank Leopard 2
Rusia menggunakan drone tempur Zala Lancet-3 untuk melawan tank Leopard 2A6 karena memiliki hulu ledak high-explosive anti-tank (HEAT). Jadi hulu ledak Zala Lancet-3 dirancang untuk menghancurkan target militer bernilai tinggi seperti tank karena mampu menembus lapisan baja yang tebal.Hulu ledak drone tempur Zala Lancet bekerja berdasarkan prinsip peluru kendali anti-tank (ATGM). Jadi hulu ledak Zala Lancet-3 meledak sebelum mencapai target, kemudian menembakkan peluru yang menembus armor (lapisan baja) ke target.

Kemampuan ini diperoleh dari kecepatan drone Zala Lancet-3 yang bisa mencapai 300 km per jam ketika menukik menghunjam bodi tank Leopard 2A6. Ledakan fragmentasi eksplosif tinggi dan hulu ledak termobarik, jadi kekuatan mematikan menembus lapisan baja tank Leopard dan membuatnya rusak parah.
Baca juga; Duel Tank Leopard 2 Jerman Lawan T-90M Proryv Rusia, Ini Kalkulasi di Atas Kertas
Kecepatan dan daya ledak besar ini dipadu keakuratan drone tempur Zala Lancet-3 membidik target musuh. Dengan sistem Electro-optik (EO) yang baru dan modern, drone tempur Zala Lancet jarang meleset mengunci targetnya.
“Secara khusus, Lancet sangat otonom dan membawa sistem optik-elektronik yang membantu menemukan dan menghancurkan target secara independen,” jelas Rosctec.
(wib)
Lihat Juga :