Siap Saingi China, Matahari Buatan Inggris Panasnya Capai 100 Juta Derajat Celcius
Sabtu, 03 Juni 2023 - 09:55 WIB
loading...
A
A
A
“Suhu seperti itu sebelumnya belum pernah dicapai dalam Tokamak berbentuk bola mana pun. Suhu ini hanya diperoleh dalam perangkat yang jauh lebih besar dengan daya pemanas plasma yang jauh lebih besar,” kata para peneliti.
Tokamak ST40, pertama kali diluncurkan pada April 2017, bentuknya bulat dan lebih kompak dibandingkan dengan reaktor berbentuk donat lainnya yang lebih datar dan berukuran besar. Mesin Tokamak ST40 dibuat perusahaan Tokamak Energy, berbasis di Milton, Oxfordshire, untuk menciptakan proses fusi nuklir seperti di matahari.
Baca juga; Rusia Nyalakan Laser Tsar Raksasa untuk Simulasi Ledakan Nuklir
Desain Tokamak ST40 kurang dari 3 kaki (1 meter) dan tingginya mencapai sekitar 13 kaki (4 meter). Dalam ST40, gas hidrogen dipanaskan menjadi plasma, lapisan partikel bermuatan positif (ion) dan partikel bermuatan negatif (elektron).
Plasma yang sering disebut sebagai materi keempat setelah padat, cair, dan gas, menyusun lebih dari 99% alam semesta yang terlihat dan membentuk sebagian besar struktur matahari. Di dalam Tokamak, plasma terperangkap dan ditekan oleh medan magnet hingga partikel plasma berenergi mulai bertabrakan.
Saat partikel melebur menjadi helium, mereka melepaskan sejumlah besar energi, seperti yang terjadi di Matahari. Meskipun inti matahari terbakar sekitar 15 juta derajat Celcius, suhu reaktor Tokamak harus jauh lebih tinggi, karena matahari memiliki kerapatan partikel yang jauh lebih tinggi.
Tokamak ST40, pertama kali diluncurkan pada April 2017, bentuknya bulat dan lebih kompak dibandingkan dengan reaktor berbentuk donat lainnya yang lebih datar dan berukuran besar. Mesin Tokamak ST40 dibuat perusahaan Tokamak Energy, berbasis di Milton, Oxfordshire, untuk menciptakan proses fusi nuklir seperti di matahari.
Baca juga; Rusia Nyalakan Laser Tsar Raksasa untuk Simulasi Ledakan Nuklir
Desain Tokamak ST40 kurang dari 3 kaki (1 meter) dan tingginya mencapai sekitar 13 kaki (4 meter). Dalam ST40, gas hidrogen dipanaskan menjadi plasma, lapisan partikel bermuatan positif (ion) dan partikel bermuatan negatif (elektron).
Plasma yang sering disebut sebagai materi keempat setelah padat, cair, dan gas, menyusun lebih dari 99% alam semesta yang terlihat dan membentuk sebagian besar struktur matahari. Di dalam Tokamak, plasma terperangkap dan ditekan oleh medan magnet hingga partikel plasma berenergi mulai bertabrakan.
Saat partikel melebur menjadi helium, mereka melepaskan sejumlah besar energi, seperti yang terjadi di Matahari. Meskipun inti matahari terbakar sekitar 15 juta derajat Celcius, suhu reaktor Tokamak harus jauh lebih tinggi, karena matahari memiliki kerapatan partikel yang jauh lebih tinggi.

Lihat Juga :