Brasil Haramkan Telegram karena Tolak Serahkan Data Grup Neo-Nazi
Jum'at, 28 April 2023 - 10:33 WIB
loading...
A
A
A
Apa yang disebut gerakan antisemit bertindak di jaringan ini. Dan kami tahu bahwa ini adalah dasar kekerasan terhadap anak-anak kami, remaja kami," ujar Menteri Kehakiman Brasil Flavio Dino.
Baca juga : Ilmuwan Modifikasi Ikan Emas Jadi Seperti Cyborg untuk Temukan Jawaban Evolusi
Hakim da Silva menjelaskan bahwa kepada pengadilan Telegram hanya menyerahkan informasi pengelola saluran bernama "Gerakan Anti-Semit Brasil". Namun mereka gagal memberikan informasi kepada pihak berwenang tentang anggota kelompok itu dan data apa pun dari saluran lain yang disebut "Front Anti-Semit".
Disebutkan Engadget grup itu sebenarnya telah dihapus dan Telegram tidak dapat memulihkan informasi apa pun. Sayangnya Telegram justru sangat tidak koperatif dalam memenuhi panggilan pengadilan Brasil.
Bukan kali ini saja Telegram mendapat peringatan dari Brasil. Sebelumnya Mahkamah Agung Brasil melarang Telegram karena gagal membekukan akun yang menyebarkan disinformasi menjelang pemilihan presiden tahun lalu. Namun, larangan itu dibatalkan hanya dalam beberapa hari, karena Telegram mengaku kehilangan email pemberitahuan dari Brasil.
Baca juga : Ilmuwan Modifikasi Ikan Emas Jadi Seperti Cyborg untuk Temukan Jawaban Evolusi
Hakim da Silva menjelaskan bahwa kepada pengadilan Telegram hanya menyerahkan informasi pengelola saluran bernama "Gerakan Anti-Semit Brasil". Namun mereka gagal memberikan informasi kepada pihak berwenang tentang anggota kelompok itu dan data apa pun dari saluran lain yang disebut "Front Anti-Semit".
Disebutkan Engadget grup itu sebenarnya telah dihapus dan Telegram tidak dapat memulihkan informasi apa pun. Sayangnya Telegram justru sangat tidak koperatif dalam memenuhi panggilan pengadilan Brasil.
Bukan kali ini saja Telegram mendapat peringatan dari Brasil. Sebelumnya Mahkamah Agung Brasil melarang Telegram karena gagal membekukan akun yang menyebarkan disinformasi menjelang pemilihan presiden tahun lalu. Namun, larangan itu dibatalkan hanya dalam beberapa hari, karena Telegram mengaku kehilangan email pemberitahuan dari Brasil.
(wsb)
Lihat Juga :