Militer AS Luncurkan 10 Satelit Pertama Pertahanan dari Ancaman Rudal Hipersonik
Sabtu, 08 April 2023 - 17:13 WIB
loading...
A
A
A
Fase pertama Proliferated Warfighter Space Architecture SDA akan terdiri dari 28 satelit yang diluncurkan tahun ini sebagai bukti konsep untuk pelacakan rudal dan jaringan relai data. Kemudian, diikuti oleh lebih dari 150 satelit tambahan yang diluncurkan pada tahun 2024 dan 2025 untuk memberikan kemampuan operasional awal.
Armada satelit NASA, yang disebut Proliferated Space Warfare Architecture, akan mencakup satelit dengan sensor infra merah untuk mendeteksi dan melacak rudal dalam penerbangan. Bersama dengan pesawat ruang angkasa lain menyampaikan data pelacakan langsung ke pasukan darat, udara, atau angkatan laut menggunakan jaringan radio taktis yang ada.
Baca juga; AS Bikin 14 Satelit Pelacak Peluru Kendali Seharga Rp8 Triliun, Antisipasi Rudal Hipersonik Rusia dan China
Kemudian pasukan AS dan sekutu dapat menembak jatuh rudal musuh yang telat terdeteksi dan dilacak jalur penerbangannya. 28 satelit pertama dikenal sebagai Tranche 0, setelah 10 satelit berhasil diluncurkan pada 2 April 2023 dengan roket Falcon 9, menyusl 18 satelit lainnya untuk diluncurkan pada misi Falcon 9 lainnya pada bulan Juni.
“Kami pada dasarnya telah mengembangkan arsitektur berdasarkan dua pilar. Pilar No.1 adalah proliferasi, ratusan satelit. Pilar No. 2 adalah pembangunan spiral. Itu berarti bahwa kami akan meluncurkan spiral, atau tranche kami, setiap dua tahun sekali,” kata Tournear.
Akhir tahun ini, unit militer di Pangkalan Angkatan Udara Eglin akan mulai menerima data dari satelit Tranche 0 untuk dievaluasi. Tournear mengatakan unit Korps Marinir AS juga akan menggabungkan satelit Tranche 0 selama latihan di kawasan Indo-Pasifik.
Armada satelit NASA, yang disebut Proliferated Space Warfare Architecture, akan mencakup satelit dengan sensor infra merah untuk mendeteksi dan melacak rudal dalam penerbangan. Bersama dengan pesawat ruang angkasa lain menyampaikan data pelacakan langsung ke pasukan darat, udara, atau angkatan laut menggunakan jaringan radio taktis yang ada.
Baca juga; AS Bikin 14 Satelit Pelacak Peluru Kendali Seharga Rp8 Triliun, Antisipasi Rudal Hipersonik Rusia dan China
Kemudian pasukan AS dan sekutu dapat menembak jatuh rudal musuh yang telat terdeteksi dan dilacak jalur penerbangannya. 28 satelit pertama dikenal sebagai Tranche 0, setelah 10 satelit berhasil diluncurkan pada 2 April 2023 dengan roket Falcon 9, menyusl 18 satelit lainnya untuk diluncurkan pada misi Falcon 9 lainnya pada bulan Juni.
“Kami pada dasarnya telah mengembangkan arsitektur berdasarkan dua pilar. Pilar No.1 adalah proliferasi, ratusan satelit. Pilar No. 2 adalah pembangunan spiral. Itu berarti bahwa kami akan meluncurkan spiral, atau tranche kami, setiap dua tahun sekali,” kata Tournear.
Akhir tahun ini, unit militer di Pangkalan Angkatan Udara Eglin akan mulai menerima data dari satelit Tranche 0 untuk dievaluasi. Tournear mengatakan unit Korps Marinir AS juga akan menggabungkan satelit Tranche 0 selama latihan di kawasan Indo-Pasifik.

Lihat Juga :