Ternyata Ini Penyebab JD.ID Tutup di Indonesia Selamanya
Senin, 30 Januari 2023 - 15:53 WIB
loading...
A
A
A
Kalah Bersaing
JD.ID masuk ke Indonesia pada 2015 melalui kerja sama dengan investor lokal, termasuk Provident Capital, untuk memasuki pasar e-commerce Indonesia yang sedang berkembang.
Dua tahun kemudian, perusahaan meluncurkan JD Central dengan pengembang properti dan pusat perbelanjaan Thailand, Central Group. Ketertarikan JD di Indonesia dan Thailand karena berbagai riset yang menyebut potensi luar biasa e-commerce di Asia Tenggara.
BACA JUGA: 4 Tren Kejahatan Siber di 2023, Perusahaan dan Pemerintahan Harus Siap!
Sayangnya, JD.ID tidak sendiri. Sebab, mereka harus bersaing dengan raksasa e-commerce asal Singapura Shopee yang dimiliki Sea dan didukung
Tencent Holdings, serta Lazada dari Alibaba Group Holding, termasuk deretan pemain lokal lainnya seperti Tokopedia, Blibli, dan Bukalapak. Alhasil, sangat sedikit ruang bagi JD untuk mendapatkan untung.
Baik JD.ID di Indonesia dan JD Central di Thailand sama-sama tertinggal dari pesaing utama di pasar mereka, menurut data dari layanan intelijen pasar e-commerce iPrice.
Pada kuartal kedua 2022, JD.ID menempati peringkat ke-10 di Indonesia, di mana pasarnya didominasi oleh raksasa lokal TokopediadanShopee.
JD.ID masuk ke Indonesia pada 2015 melalui kerja sama dengan investor lokal, termasuk Provident Capital, untuk memasuki pasar e-commerce Indonesia yang sedang berkembang.
Dua tahun kemudian, perusahaan meluncurkan JD Central dengan pengembang properti dan pusat perbelanjaan Thailand, Central Group. Ketertarikan JD di Indonesia dan Thailand karena berbagai riset yang menyebut potensi luar biasa e-commerce di Asia Tenggara.
BACA JUGA: 4 Tren Kejahatan Siber di 2023, Perusahaan dan Pemerintahan Harus Siap!
Sayangnya, JD.ID tidak sendiri. Sebab, mereka harus bersaing dengan raksasa e-commerce asal Singapura Shopee yang dimiliki Sea dan didukung
Tencent Holdings, serta Lazada dari Alibaba Group Holding, termasuk deretan pemain lokal lainnya seperti Tokopedia, Blibli, dan Bukalapak. Alhasil, sangat sedikit ruang bagi JD untuk mendapatkan untung.
Baik JD.ID di Indonesia dan JD Central di Thailand sama-sama tertinggal dari pesaing utama di pasar mereka, menurut data dari layanan intelijen pasar e-commerce iPrice.
Pada kuartal kedua 2022, JD.ID menempati peringkat ke-10 di Indonesia, di mana pasarnya didominasi oleh raksasa lokal TokopediadanShopee.
(dan)
Lihat Juga :