Polusi Udara dan Pola Makan Daging Berlebihan Sebabkan 75.000 Kematian di China

Minggu, 23 Januari 2022 - 08:22 WIB


Profesor Xiaoyu Yan dari Universitas Exeter menerangkan, jika pola makan orang China mengurangi konsumsi daging, itu akan mengurangi emisi amonia pertanian dan mengurangi efek berbahaya dari polusi udara. Mengembalikan pola makan yang benar, bukan hanya baik bagi kesehatan, juga memperbaiki kualitas udara. (Baca juga; China, Negara Mengaku Komunis tapi Sistem Kapitalis )

Diperkirakan bahwa jika rata-rata pola makan daging orang China diubah sesuai rekomendasi Pedoman Diet China 2016, maka emisi amonia berkurang 2,1Tg (teragram) dan menghindari 74.805 kasus kematian. “Pilihan makanan di China perlu diubah untuk mengurangi dampaknya terhadap kesehatan manusia dan lingkungan di dalam negeri dan di seluruh dunia,” kata Xiaoyu Yan dikutip SINDOnews dari laman exeter.ac.uk, Minggu (23/1/2022).

Para peneliti juga menemukan ada perbedaan besar antara golongan masyarakat kaya dan warga yang lebih miskin. Pola makan daging yang berlebihan lebih banyak memberikan dampak buruk kesehatan bagi masyarakat kaya, sedangkan polusi udara akibat produksi ternak berlebihan banyak dialami warga miskin.

Dampak polusi udara dialami oleh warga yang hidup dengan pendapatan lebih rendah di daerah pertanian utama seperti Hebei dan Henan. “Ketidaksetaraan ini menunjukkan dimensi etika konsumsi daging yang patut mendapat perhatian ketika mengembangkan kebijakan publik,” kata Profesor Yan. (Baca juga; Hanya Berjarak 14 Meter, Laboratorium Luar Angkasa China Nyaris Ditabrak Puing Satelit Rusia )
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!