Polusi Udara dan Pola Makan Daging Berlebihan Sebabkan 75.000 Kematian di China

Minggu, 23 Januari 2022 - 08:22 WIB
loading...
Polusi Udara dan Pola...
Polusi udara dan pergeseran pola makan yang lebih banyak mengonsumsi daging menyebabkan 75.000 kematian dini per tahun di China. Foto/ScienceTimes
A A A
BEIJING - Polusi udara dan pergeseran pola makan yang lebih banyak mengonsumsi daging menyebabkan 75.000 kematian dini per tahun di China . Data ini terungkap dalam studi yang diterbitkan dalam jurnal Nature Food, yang meneliti dampak perubahan pola makan di China dari 1980-2010 terhadap peningkatan emisi amonia pertanian (NH3) dari pupuk dan kotoran ternak.

Penelitian ini dilakukan University of Exeter dan Joint Centre for Environmental Sustainability and Resilience (ENSURE), Chinese University of Hong Kong’s. Penelitian ini adalah yang pertama mengukur dampak perubahan pola makan di China yang menyebabkan perubahan praktik pertanian dengan penggunaan zat kimia berlebihan.

Para peneliti menganalisis perubahan pola produksi dan konsumsi makanan di China dan menemukan bahwa produksi daging selama periode 1980-2010 meningkat 433% dari 15 menjadi 80 megaton. Peningkatan ini terkait dengan meningkatnya populasi dan perubahan pola makan dengan mengonsumsi daging secara berlebihan.

Pada periode waktu yang sama, emisi amonia pertanian (NH3) ditemukan hampir dua kali lipat. Para peneliti memperkirakan 63% kenaikan emisi amonia akibat perubahan pola makan daging berlebihan. Berdasarkan hal ini, para peneliti memperkirakan 5% dari 1,83 juta kematian orang di China pada tahun 2010 terkait dengan polusi udara.
Polusi Udara dan Pola Makan Daging Berlebihan Sebabkan 75.000 Kematian di China


Profesor Xiaoyu Yan dari Universitas Exeter menerangkan, jika pola makan orang China mengurangi konsumsi daging, itu akan mengurangi emisi amonia pertanian dan mengurangi efek berbahaya dari polusi udara. Mengembalikan pola makan yang benar, bukan hanya baik bagi kesehatan, juga memperbaiki kualitas udara. (Baca juga; China, Negara Mengaku Komunis tapi Sistem Kapitalis )

Diperkirakan bahwa jika rata-rata pola makan daging orang China diubah sesuai rekomendasi Pedoman Diet China 2016, maka emisi amonia berkurang 2,1Tg (teragram) dan menghindari 74.805 kasus kematian. “Pilihan makanan di China perlu diubah untuk mengurangi dampaknya terhadap kesehatan manusia dan lingkungan di dalam negeri dan di seluruh dunia,” kata Xiaoyu Yan dikutip SINDOnews dari laman exeter.ac.uk, Minggu (23/1/2022).

Para peneliti juga menemukan ada perbedaan besar antara golongan masyarakat kaya dan warga yang lebih miskin. Pola makan daging yang berlebihan lebih banyak memberikan dampak buruk kesehatan bagi masyarakat kaya, sedangkan polusi udara akibat produksi ternak berlebihan banyak dialami warga miskin.

Dampak polusi udara dialami oleh warga yang hidup dengan pendapatan lebih rendah di daerah pertanian utama seperti Hebei dan Henan. “Ketidaksetaraan ini menunjukkan dimensi etika konsumsi daging yang patut mendapat perhatian ketika mengembangkan kebijakan publik,” kata Profesor Yan. (Baca juga; Hanya Berjarak 14 Meter, Laboratorium Luar Angkasa China Nyaris Ditabrak Puing Satelit Rusia )
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Diam-diam Simpan...
China Diam-diam Simpan Ribuan Server di Dasar Laut, Apa Tujuannya?
Nvidia Siap Gandeng...
Nvidia Siap Gandeng Perusahaan China demi Kembangkan Robot Super Humanoid
China Kenalkan Sistem...
China Kenalkan Sistem Identitas Digital untuk Robot Humanoid
China Siapkan Kerangka...
China Siapkan Kerangka Hukum untuk Mengatur Kecerdasan Buatan
AS dan China Berlomba...
AS dan China Berlomba Bangun Pusat Data AI di Luar Angkasa
Apa yang Dilakukan Elon...
Apa yang Dilakukan Elon Musk dan Tim Cook saat Menemani Trump ke China?
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Taiwan, Identitas, dan...
Taiwan, Identitas, dan Politik Pengakuan: Membaca Ulang Perdebatan Lintas Selat
Purbaya Temui Menkeu...
Purbaya Temui Menkeu China, Perkuat Kerja Sama Pembiayaan dan Investasi
Rekomendasi
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
Ronaldo: Sudah Saatnya...
Ronaldo: Sudah Saatnya Dunia Mengakui Lionel Messi yang Terhebat
Berita Terkini
Trump T1 Phone Ternyata...
Trump T1 Phone Ternyata HTC U24 Pro Buatan China: Ini Bukti Teardown-nya
Kantongi Laba Rp33,72...
Kantongi Laba Rp33,72 Miliar, Elitery (ELIT) Fokus Kembangkan AI dan Cybersecurity
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi dan ESG, TelkomGroup Rilis Laporan Keberlanjutan 2025 untuk Masa Depan Digital
Fasilitasi Pasar Sekunder...
Fasilitasi Pasar Sekunder Esports, HIDDEN SUPPLY Kelola Transaksi Aset Tak Berwujud
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi Industri, Hypernet Technologies Perkokoh Kemitraan Strategis di Bravo 500 Summit 2026
Facebook Luncurkan Mode...
Facebook Luncurkan Mode Pencarian AI, Begini Cara Pakainya
Infografis
Cara Merawat Rambut...
Cara Merawat Rambut di Tengah Ancaman Polusi Udara
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved