800 Ekor Jaguar Padati Meksiko dalam 8 Tahun, Bukti Serius Konservasi Satwa Langka

Senin, 27 Desember 2021 - 14:38 WIB


Ceballos dan tim yang terdiri dari 20 ahli ekologi dari seluruh negeri mengumpulkan data dari pengambilan foto untuk menentukan tempat Jaguar tinggal dan berapa banyak yang berkeliaran di kawasan konservasi yang dilindungi. Kemudian, mereka membuat rencana untuk mengatasi masalah paling kritis yang mempengaruhi Jaguar. (Baca juga; Jejak Harimau Sumatera Ditemukan di Agam Usai 2 Ekor Sapi Warga Mati Diterkam )

Termasuk melestarikan koridor dan suaka margasatwa; mengadvokasi undang-undang dan kebijakan publik yang bermanfaat; dan menghindari atau menyelesaikan konflik dengan pemilik ternak. Misalnya, pemerintah membayar orang-orang yang tinggal di dekat kawasan lindung untuk tidak menebangi pohon, memberikan kompensasi atas kerugian ternak akibat dimangsa Jaguar, dan menyediakan pagar listrik untuk mencegah Jaguar membunuh ternak.

Pelaksanaan upaya ini di lapangan membuahkan hasil. “Masyarakat lokal sangat kritis. Ketika mereka memiliki dana dan insentif untuk melindungi hutan, mereka menjadi sekutu yang paling penting,” kata Ceballos kepada Mongabay. (Baca juga; Setelah 50 Tahun, Jejak Harimau Amur Kembali Ditemukan di Siberia )

Semenanjung Yucatan Meksiko menampung sekitar 2.000 ekor Jaguar. Brasil menjadi habitat Jaguar terbesar saat ini, dengan perkiraan populasi lebih dari 10.000 ekor. Pada tahun 2022, pemerintah Meksiko dan Aliansi Nasional untuk Konservasi Jaguar berencana memperluas Cagar Biosfer Calakmul di selatan Semenanjung Yucatan sebagai konservasi Jaguar.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!