China Luncurkan Gelombang Misi Luar Angkasa, Sepekan Ada Pengiriman 4 Satelit
Rabu, 01 Desember 2021 - 14:09 WIB
Tiga hari kemudian, pada 23 November 2021 China meluncurkan Long March 4C dari pusat ruang angkasa Jiuquan di Gurun Gobi di barat laut China. Peluncuran roket ini membawa satelit penginderaan jauh Gaofen lainnya bernama Gaofen 3-02. (Baca juga; China Luncurkan Satelit Komunikasi Militer Taktis )
Roket Long March 4C, yang terdiri dari tiga bagian, mengantarkan satelit Gaofen 3-02 ke orbit dengan ketinggian sekitar 470 mil (760 kilometer) dan kemiringan 98,4 derajat ke khatulistiwa. Satelit Gaofen 3-02 yang dioperasikan untuk kepentingan sipil menangkap citra Bumi dalam segala cuaca dengan resolusi tinggi.
Satelit ini membawa radar aperture sintetis C-band, memiliki berat hampir 3 metrik ton – sekitar 6.500 pon. Satelit ini akan membantu pihak berwenang China merespons bencana alam seperti gempa bumi dan banjir dengan lebih baik. (Baca juga; Taikonot Wang Yaping Pamer Foto dari Luar Angkasa )
Satelit baru akan fokus pada pengumpulan citra siang dan malam, terlepas dari kondisi cuaca. Kemampuan pencitraan radar segala cuaca akan memberikan informasi terbaru meskipun terhalang awan atau hujan yang tidak mampu ditebus kamera optik ruang angkasa.
Selanjutnya, 48 jam kemudian, China meluncurkan roket Kuaizhou 1A berbahan bakar padat dari Jiuquan. Kuaizhou 1A membawa muatan misterius bernama Shiyan 11 untuk menyebarkan sejumlah satelit berukuran kecil di luar angkasa. (Baca juga; 3 Taikonot China Siap Melakukan Misi Space Walk )
Roket Long March 4C, yang terdiri dari tiga bagian, mengantarkan satelit Gaofen 3-02 ke orbit dengan ketinggian sekitar 470 mil (760 kilometer) dan kemiringan 98,4 derajat ke khatulistiwa. Satelit Gaofen 3-02 yang dioperasikan untuk kepentingan sipil menangkap citra Bumi dalam segala cuaca dengan resolusi tinggi.
Satelit ini membawa radar aperture sintetis C-band, memiliki berat hampir 3 metrik ton – sekitar 6.500 pon. Satelit ini akan membantu pihak berwenang China merespons bencana alam seperti gempa bumi dan banjir dengan lebih baik. (Baca juga; Taikonot Wang Yaping Pamer Foto dari Luar Angkasa )
Satelit baru akan fokus pada pengumpulan citra siang dan malam, terlepas dari kondisi cuaca. Kemampuan pencitraan radar segala cuaca akan memberikan informasi terbaru meskipun terhalang awan atau hujan yang tidak mampu ditebus kamera optik ruang angkasa.
Selanjutnya, 48 jam kemudian, China meluncurkan roket Kuaizhou 1A berbahan bakar padat dari Jiuquan. Kuaizhou 1A membawa muatan misterius bernama Shiyan 11 untuk menyebarkan sejumlah satelit berukuran kecil di luar angkasa. (Baca juga; 3 Taikonot China Siap Melakukan Misi Space Walk )
Lihat Juga :