Pertama di Dunia, UMKM Bandung Ini Klaim Bisa Bikin Celana Denim Cuma 30 Menit!

Jum'at, 04 Juni 2021 - 17:05 WIB
Tidak hanya itu, quality control pun bisa langsung dilakukan oleh pelanggan di tempat, sehingga jika ada kekurangan bisa segera ditangani.

Berbicara mengenai harga, Intan mengatakan, pembeli hanya perlu menambah Rp20.000 untuk setiap potong celana. Jika bahan yang dipakai seharga Rp180.000, maka pembeli hanya perlu membayar Rp200 ribu.

"Kalau kita ambil bahan yang harganya Rp360.000 ditambah Rp20 ribu juga. Berlaku untuk denim dan chino," sebutnya.

Diakui Intan, Fast Pants mampu menekan banyak biaya produksi, sehingga produk bisa dijual lebih murah. Namun, dia meyakinkan bahwa kualitas bisa diadu dengan brand lainnya. "Kualitasnya bagus, tapi harganya murah," imbuhnya.

Ide Fast Pants sendiri, lanjut Intan, pertama kali muncul dari pemilik Pride n Joy, Irham Muhammad Fadhil Karim. Setiap hari, lini busana ini bisa memproduksi sampai 200 potong celana, sehingga menurut Irham dibutuhkan teknologi yang memudahkan.

Pandemi membuat peluncuran Fast Pants sempat tertahan. Saat itu, Pride n Joy mulai mematangkan konsep hingga akhirnya fitur ini resmi dirilis pada awal September 2020 lalu. Sampai saat ini, rata-rata ada 100 pelanggan per bulan yang memesan lewat fitur Fast Pants.

Menurut Intan, saat ini, 80 persen pasar Pride n Joy adalah laki-laki mengingat brand ini memiliki spesialisasi celana berbahan denim. Meski begitu, ke depan, Pride n Joy akan mulai meluncurkan produk untuk wanita untuk memperbesar target pasarnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!