Ukur Kesehatan Tanah, Ilmuwan Swiss Kubur 2.000 Pasang Celana Dalam
Sabtu, 01 Mei 2021 - 09:00 WIB
Relawan dan ilmuwan juga akan menganalisis kantong teh yang terkubur sekaligus sebagai kontrol. Sementara DNA dari tanah di sekitarnya untuk menentukan jenis organisme apa yang hidup di sana.
Tanah adalah rumah bagi miliaran bakteri, jamur, serangga, cacing, dan makhluk lain. Namun hanya sedikit yang diketahui tentang ekosistemnya dan bagaimana hal itu memengaruhi hal-hal seperti hasil panen atau perlindungan banjir.
Baca juga : Kejutan, Orang Thailand Beli Lamborghini dengan Bitcoin
Aspek ilmu warga dari proyek ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran akan erosi tanah global. Peningkatan penggunaan pupuk dan konstruksi dianggap sebagai dua faktor utama yang mempercepat hilangnya kesuburan tanah.
Selain hilangnya habitat, hal ini dapat menyebabkan perlindungan yang lebih buruk terhadap bencana alam dan peningkatan kadar bahan kimia yang merembes ke sungai.
Tanah adalah rumah bagi miliaran bakteri, jamur, serangga, cacing, dan makhluk lain. Namun hanya sedikit yang diketahui tentang ekosistemnya dan bagaimana hal itu memengaruhi hal-hal seperti hasil panen atau perlindungan banjir.
Baca juga : Kejutan, Orang Thailand Beli Lamborghini dengan Bitcoin
Aspek ilmu warga dari proyek ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran akan erosi tanah global. Peningkatan penggunaan pupuk dan konstruksi dianggap sebagai dua faktor utama yang mempercepat hilangnya kesuburan tanah.
Selain hilangnya habitat, hal ini dapat menyebabkan perlindungan yang lebih buruk terhadap bencana alam dan peningkatan kadar bahan kimia yang merembes ke sungai.
(wsb)
Lihat Juga :