Kerugian Serangan Siber Tahun 2021 Diprediksi Rp84.000 Triliun

Rabu, 30 Desember 2020 - 02:02 WIB
Ilustrasi Hacker. FOTO/ Ist
JAKARTA - Sepanjang 2020 sudah banyak peristiwa pencurian data yang terjadi di dalam dan luar negeri. Penyebabnya antara lain masih rendahnya kesadaran berkeamanan siber, baik oleh negara, swasta, maupun individu masyarakat. ( Baca juga:Varian Virus Corona Diduga Sudah Masuk ke Indonesia )

Sementara di tahun depan, pakar keamanan siber, Pratama Persadha, memprediksi secara global kerugian serangan siber akan mencapai USD6 triliun atau Rp84.000 triliun di tahun 2021. ( Baca juga:Kabar Gembira! Gaji PNS Tahun Depan Paling Minim Naik Rp10 Juta )



"Serangan diperkirakan akan menjadi lebih umum, lebih kuat, dan lebih maju di tahun-tahun mendatang," kata Pratama, dalam keterangannya, Selasa (29/12/2020).

Pencurian data di tahun ini memang terjadi secara global, namun dengan pemakai internet lebih dari 180 juta penduduk, tentunya Indonesia harus lebih serius dalam permasalahan ini.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!