Macam-macam Strategi Pelaku Bisnis Digital saat Ekonomi Melemah
Jum'at, 18 Desember 2020 - 03:36 WIB
Lalu di tengah pelemahan ekonomi, tak bisa disangkal ada beberapa startup yang masih bisa bertahan selama COVID-19. Salah satu perusahan rintisan yang bersinar ada di bidang education technology (edutech).
Fernando Uffie, CEO & Founder Kelas Pintar, menjelaskan, yang menjadi tantangan ke depan ialah bagaimana Kelas Pintar bisa diterima pasar -dalam hal ini sistem pendidikan di Indonesia. “Tentu tantanganya bagaimana bisa disukai oleh para pengguna di dunia pendidikan Tanah Air. Strateginya di internal kita pasti akan mengimplementasikan konsep kita, dan itu akan kami kembalikan ke pasar. Tapi melalui teknologi, kita bisa mempelajari kebiasaan user, dari berbagai hal itu menjadi langkah penting kita untuk memenangkan kompetisi industri di edutech. Dan harapan kita dapat menambah servis kita kebanyak sekolah lagi di 2021,” tutur Uffie.
Sedangkan dari sektor operator, Nazier Muhammad, Head of Investment Telkomsel Mitra Inovasi menceritakan, Telkomsel akan terus melakukan kolaborasi dan juga melakukan eksplorasi bersama-sama. Dengan demikian, BUMN itu akan terus menambahkan target investasi. "Selama ini konsolidasi bisnis itu jadi satu hal yang kita lihat sebagai salah satu cara strategi terbaik untuk menguatkan bisnis digital kita,” kata Nazier.
Perusahaan yakin dengan membuka mata dari berbagai macam usaha baru itu, akan ada banyak sekali UMKM di era baru Indonesia ini. "Dan Indonesia akan merasakan bonus demografi sebenarnya kedepan,” harapnya.
Lalu dari sisi Tokopedia ada secercah harapan di tengah pelemahan ekonomi akibat pandemi. Dalam pemaparannya, Leontinus Edison, Vice Chairman Dan Co-Founder Tokopedia, mengutarakan, pihaknya telah berkontribusi kira-kira 1% lebih dari GDP Indonesia.
Fernando Uffie, CEO & Founder Kelas Pintar, menjelaskan, yang menjadi tantangan ke depan ialah bagaimana Kelas Pintar bisa diterima pasar -dalam hal ini sistem pendidikan di Indonesia. “Tentu tantanganya bagaimana bisa disukai oleh para pengguna di dunia pendidikan Tanah Air. Strateginya di internal kita pasti akan mengimplementasikan konsep kita, dan itu akan kami kembalikan ke pasar. Tapi melalui teknologi, kita bisa mempelajari kebiasaan user, dari berbagai hal itu menjadi langkah penting kita untuk memenangkan kompetisi industri di edutech. Dan harapan kita dapat menambah servis kita kebanyak sekolah lagi di 2021,” tutur Uffie.
Sedangkan dari sektor operator, Nazier Muhammad, Head of Investment Telkomsel Mitra Inovasi menceritakan, Telkomsel akan terus melakukan kolaborasi dan juga melakukan eksplorasi bersama-sama. Dengan demikian, BUMN itu akan terus menambahkan target investasi. "Selama ini konsolidasi bisnis itu jadi satu hal yang kita lihat sebagai salah satu cara strategi terbaik untuk menguatkan bisnis digital kita,” kata Nazier.
Perusahaan yakin dengan membuka mata dari berbagai macam usaha baru itu, akan ada banyak sekali UMKM di era baru Indonesia ini. "Dan Indonesia akan merasakan bonus demografi sebenarnya kedepan,” harapnya.
Lalu dari sisi Tokopedia ada secercah harapan di tengah pelemahan ekonomi akibat pandemi. Dalam pemaparannya, Leontinus Edison, Vice Chairman Dan Co-Founder Tokopedia, mengutarakan, pihaknya telah berkontribusi kira-kira 1% lebih dari GDP Indonesia.
Lihat Juga :