Larangan Plastik Sekali Pakai Bukan Solusi Masalah Lingkungan

Selasa, 29 September 2020 - 21:45 WIB
Sampah single-use plastic saat ini marak digunakan oleh tenaga medis. Hal ini tak bisa dihindari guna memerangi COVID-19. Foto/Guardian
JAKARTA - Larangan penggunaan plastik sekali pakai telah menjadi isu yang banyak dibicarakan tahun ini. Terlebih setelah Gubernur DKI Jakarta , Anies Baswedan , mengesahkan regulasi larangan penggunaan plastik sekali pakai untuk kantong berbelanja. (Baca juga: 4G vs 5G, Benarkah Jaringan Internet Generasi Kelima Lebih Baik? )

Menurut Direktur Kemasan Group, Wahyudi Sulistya, problematika pelarangan penggunaan single-use plastic yang saat ini marak dianggap tidak dapat menyelesaikan masalah lingkungan. Solusi dari permasalahan harus berkelanjutan dan dapat terukur, yakni dengan waste management yang berkelanjutan.



Solusi dari masalah ini sudah seharusnya difokuskan kepada pengelolaan sampah dengan prinsip ekonomi sirkular. Sebab, suatu hari nanti, sampah plastik akan menjadi sangat berharga.

"Karena sudah banyak penelitian dan pengembangan bahkan di Indonesia yang sudah berhasil mengkonversikan sampah plastik apapun menjadi benda berharga lain, termasuk menjadi energi, ataupun BBM," kata Wahyudi saat webinar Apakah Single-Use Plastic Ban Merupakan Solusi dari Masalah lingkungan di Indonesia?, Selasa (29/9/2020).

Lebih lanjut dijelaskan, ketika larangan penggunaan single-use untuk tas berbelanja disahkan, tas bungkusan pengganti yang saat ini menjadi opsi dan banyak digunakan untuk pembungkus. Seperti spunbound ataupun paper bag.

Padahal sebetulnya tas pembungkus itu juga mengandung lapisan plastik Polypropylene atau PP. "Yang membuat itu water-proof kan lapisan plastiknya," ujar Wahyudi. (Baca juga: Pengurus INSA Ramai-Ramai Tegaskan Kedaulatan Kapal Berbendera Indonesia, Ada Apa? )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!