Mengapa Waktu Seolah Melambat ketika Bahaya Datang?

Rabu, 08 Juli 2026 - 11:01 WIB
Para peserta dibagi menjadi tiga kelompok: satu kelompok mendengar suara latar yang terasa seperti mendekat, kelompok kedua mendengar suara yang tampaknya menjauh, dan kelompok kontrol mendengar suara acak yang tidak menimbulkan kesan gerakan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta yang mendengar suara mendekat cenderung melebih-lebihkan durasi suara tersebut. Sebaliknya, ketika suara tersebut tampak menjauh, peserta umumnya memperkirakan durasi yang lebih pendek.

Para peneliti kemudian menggunakan model komputasi untuk menganalisis data dan menemukan bahwa hasil eksperimen sesuai dengan prediksi.

Menurut mereka, suara yang mendekat meningkatkan tingkat perhatian dan kewaspadaan otak. "Jam biologis" kemudian tampak berakselerasi, membuat orang merasakan beberapa "denyut waktu" berlalu dalam periode waktu nyata yang sama.

Mekanisme ini mungkin melibatkan aktivitas dopamin—suatu neurotransmiter yang memainkan peran penting dalam perhatian, motivasi, dan persepsi waktu.

Studi tersebut juga mencatat fenomena yang dikenal sebagai "Hukum Vierordt," di mana orang cenderung menganggap periode waktu yang singkat sebagai lebih lama daripada yang sebenarnya, dan periode waktu yang panjang sebagai lebih singkat daripada yang sebenarnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!