Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab

Kamis, 18 Juni 2026 - 12:14 WIB
Sebelumnya, bukti arkeologis untuk Reformasi ini terutama didasarkan pada sejumlah kuil dan situs ritual yang ditinggalkan atau dihancurkan di Lachish, Arad, dan Beersheba. Keterbatasan jumlah bukti ini telah menyebabkan perdebatan yang berkelanjutan di antara para sarjana mengenai skala dan keaslian peristiwa tersebut.

Menurut Profesor Faust, penemuan di Tel 'Eton membuka pendekatan baru dengan menunjukkan bahwa kegiatan ibadah dapat berlangsung di rumah keluarga, bukan hanya di kuil-kuil umum.

Para arkeolog juga mencatat bahwa blok batu tersebut tidak sepenuhnya hancur tetapi digunakan kembali dengan hati-hati. Hal ini mungkin mencerminkan penghormatan penduduk terhadap benda suci tersebut, meskipun benda itu tidak lagi digunakan untuk beribadah.

Selain blok batu tersebut, tim peneliti juga menemukan beberapa artefak yang berasal dari akhir abad ke-8 SM, termasuk sebuah panci masak yang diletakkan di atas alas batu dan sebuah tempat rendam kaki.

Jejak-jejak ini menunjukkan bahwa ruangan tersebut dulunya merupakan ruang tinggal para lansia dari sebuah keluarga multi-generasi sebelum kota itu dihancurkan oleh tentara Asyur.

Meskipun fungsi asli ruangan tersebut belum dapat dipastikan secara definitif, penemuan baru ini dianggap sebagai salah satu bukti arkeologis paling luar biasa yang terkait dengan reformasi keagamaan di bawah Raja Hizkia, yang membantu menjelaskan hubungan antara catatan Alkitab dan sejarah sebenarnya dari Yehuda kuno.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!