Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Kamis, 18 Juni 2026 - 12:14 WIB
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun. Foto/ Viet
BEIJING - Sebuah batu altar besar yang ditemukan di reruntuhan istana Israel kuno mungkin memberikan bukti lebih lanjut bahwa reformasi keagamaan yang dipimpin oleh Raja Hizkia pada abad ke-8 SM benar-benar terjadi seperti yang dijelaskan dalam Alkitab.
Penelitian baru oleh Profesor Avraham Faust dari Universitas Bar-Ilan, yang diterbitkan dalam Jerusalem Journal of Archaeology pada tahun 2026, berfokus pada artefak tertentu yang ditemukan di Tel 'Eton, di dataran Yudea di Israel selatan.
Batu tersebut, dengan tinggi sekitar 1,4 meter dan berat hampir 750 kg, ditemukan terbelah menjadi dua bagian dengan lekukan yang sama.
Menurut para arkeolog, ini kemungkinan besar adalah "massebah"—sejenis batu tegak yang sering digunakan dalam upacara keagamaan di Timur Dekat kuno.
Profesor Faust menyatakan: “Massebah adalah simbol keagamaan yang sangat umum dari zaman prasejarah hingga periode sejarah selanjutnya. Simbol ini muncul dalam temuan arkeologis dan teks-teks kuno, termasuk Alkitab.”
Penelitian baru oleh Profesor Avraham Faust dari Universitas Bar-Ilan, yang diterbitkan dalam Jerusalem Journal of Archaeology pada tahun 2026, berfokus pada artefak tertentu yang ditemukan di Tel 'Eton, di dataran Yudea di Israel selatan.
Batu tersebut, dengan tinggi sekitar 1,4 meter dan berat hampir 750 kg, ditemukan terbelah menjadi dua bagian dengan lekukan yang sama.
Menurut para arkeolog, ini kemungkinan besar adalah "massebah"—sejenis batu tegak yang sering digunakan dalam upacara keagamaan di Timur Dekat kuno.
Profesor Faust menyatakan: “Massebah adalah simbol keagamaan yang sangat umum dari zaman prasejarah hingga periode sejarah selanjutnya. Simbol ini muncul dalam temuan arkeologis dan teks-teks kuno, termasuk Alkitab.”
Lihat Juga :