Mengapa F-15E Supercanggih Gagal Lolos dari Radar Iran?
Senin, 06 April 2026 - 14:55 WIB
Lantas, bagaimana monster baja bermesin ganda Pratt & Whitney F100 yang mampu melesat hingga Mach 2,5 (sekitar 3.057 kilometer per jam) ini bisa dilumpuhkan?
Ternyata, tingkat kecanggihan sistem pertahanan udara terintegrasi Iran yang berevolusi sangat pesat.
Selama ini, F-15E mengandalkan sistem LANTIRN (Low Altitude Navigation and Targeting Infrared for Night) yang memungkinkannya terbang sangat rendah dan merangkul kontur bumi (terrain-hugging) di malam buta untuk menghindari deteksi radar musuh.
Di dalam kokpit tandemnya, pembagian tugas sangat krusial: pilot di kursi depan fokus menerbangkan pesawat dan duel udara, sementara Perwira Sistem Senjata (WSO) di kursi belakang mengendalikan radar APG-70 (atau APG-82 AESA) untuk melacak baterai rudal musuh dari kejauhan.
Namun, hancurnya F-15E ini membuktikan bahwa jaring pertahanan udara IRGC kini telah mampu membaca dan mengunci target bermanuver rendah dengan kecepatan ekstrem tersebut.
Lihat Juga :