60 Spesies Baru Ditemukan di Bawah Laut Pulau Paskah
Senin, 28 Juli 2025 - 07:36 WIB
“Ekspedisi ini akan membantu mengingatkan para pengambil keputusan tentang pentingnya ekologi kawasan tersebut dan berkontribusi pada penguatan strategi perlindungan di dalam dan di luar perairan yurisdiksi.”
Sifonofor Bathyphysa terlihat di sepanjang sisi timur gunung laut yang belum dieksplorasi dan belum terdaftar di sebelah timur Motu Motiro Hiva (ROV SuBastian / Schmidt Ocean Institute)
Sellane dan rekan-rekannya menghabiskan perjalanan terbarunya dengan memeriksa secara dekat 10 gunung laut dan dua pulau di pegunungan yang luas tersebut.
Mereka menentukan bahwa setiap gunung laut memiliki ekosistem yang berbeda-beda, seperti taman spons kaca dan terumbu karang dalam.
Sekarang, mereka berharap data yang mereka kumpulkan akan memberikan informasi bagi pengelolaan kawasan perlindungan laut yang ada dan berpotensi memperluasnya, terutama di sekitar Pulau Rapa Nui.
"Pengamatan ekosistem yang berbeda pada masing-masing gunung laut menyoroti pentingnya melindungi seluruh punggungan, bukan hanya beberapa gunung laut," kata kepala ilmuwan ekspedisi Dr Erin E Easton dari Universitas Texas Rio Grande Valley, dalam pernyataan yang sama.
“Kami berharap data yang dikumpulkan dari ekspedisi ini akan membantu membangun kawasan perlindungan laut baru, termasuk di laut lepas di Pegunungan Salas y Gómez.”
Sifonofor Bathyphysa terlihat di sepanjang sisi timur gunung laut yang belum dieksplorasi dan belum terdaftar di sebelah timur Motu Motiro Hiva (ROV SuBastian / Schmidt Ocean Institute)
Sellane dan rekan-rekannya menghabiskan perjalanan terbarunya dengan memeriksa secara dekat 10 gunung laut dan dua pulau di pegunungan yang luas tersebut.
Mereka menentukan bahwa setiap gunung laut memiliki ekosistem yang berbeda-beda, seperti taman spons kaca dan terumbu karang dalam.
Sekarang, mereka berharap data yang mereka kumpulkan akan memberikan informasi bagi pengelolaan kawasan perlindungan laut yang ada dan berpotensi memperluasnya, terutama di sekitar Pulau Rapa Nui.
"Pengamatan ekosistem yang berbeda pada masing-masing gunung laut menyoroti pentingnya melindungi seluruh punggungan, bukan hanya beberapa gunung laut," kata kepala ilmuwan ekspedisi Dr Erin E Easton dari Universitas Texas Rio Grande Valley, dalam pernyataan yang sama.
“Kami berharap data yang dikumpulkan dari ekspedisi ini akan membantu membangun kawasan perlindungan laut baru, termasuk di laut lepas di Pegunungan Salas y Gómez.”
(wbs)
Lihat Juga :