Australia Berniat Tak Gunakan YouTube untuk Konten Pemerintah

Selasa, 24 Juni 2025 - 21:43 WIB
Google, pemilik YouTube, mengatakan platform tersebut digunakan di ruang kelas di seluruh Australia dan mendesak pemerintah agar mengizinkan anak muda di Australia untuk terus mengaksesnya.

"YouTube bukanlah platform media sosial; melainkan platform streaming video dengan pustaka konten gratis berkualitas tinggi dan semakin banyak ditonton di layar TV," kata juru bicara perusahaan.

Menurut sebuah studi baru, tujuh dari 10 anak terpapar konten berbahaya - termasuk konten yang mengandung kebencian dan yang mendorong gangguan makan.

Sementara itu, 36 persen anak mengalami pelecehan daring dari teman sebayanya di platform tersebut, 36 persen lainnya melalui aplikasi perpesanan, dan 26 persen melalui platform gim daring, menurut studi tersebut.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!