Australia Berniat Tak Gunakan YouTube untuk Konten Pemerintah

Selasa, 24 Juni 2025 - 21:43 WIB
loading...
Australia Berniat Tak...
YouTube. FOTO/ CNET
A A A
SIDNEY - Komisioner Keamanan Elektronik Australia, Julie Inman Grant, telah merekomendasikan agar YouTube dimasukkan dalam daftar larangan media sosial pemerintah untuk kaum muda di bawah 16 tahun.

BACA JUGA - Mantap! YouTube Memperluas YouTube Shopping di Indonesia

Seperti dilansir dari Anadolu Ajansi, Australia diperkirakan akan menerapkan larangan platform media sosial seperti TikTok, Instagram, Facebook, X, dan Snapchat untuk remaja, dengan keputusan akhir akan dibuat oleh Menteri Komunikasi, menurut penyiar lokal SBS News.

Pada bulan November tahun lalu, Australia menjadi negara pertama di dunia yang mengesahkan undang-undang yang melarang anak-anak menggunakan media sosial.

Undang-undang baru tersebut diharapkan mulai berlaku akhir tahun ini dan akan melarang orang berusia 16 tahun ke bawah menggunakan platform termasuk TikTok, Instagram, Snapchat, Facebook, dan X.

YouTube awalnya dikecualikan dari undang-undang tersebut, tetapi Grant mengatakan pemerintah seharusnya tidak mengecualikan platform tertentu.

“Kami mengusulkan agar tidak ada platform yang dikecualikan karena tingkat risiko dan bahaya dapat berubah sewaktu-waktu,” kata Grant, mengacu pada ancaman daring yang dihadapi oleh anak-anak dan penerapan larangan media sosial bagi remaja yang akan datang.

“Saya yakin platform apa pun yang mengklaim sepenuhnya aman hanya bermain-main dengan kata-kata,” katanya.

Dia menekankan bahwa usulan tersebut tidak akan menghentikan guru untuk menunjukkan konten pendidikan YouTube tanpa masuk ke platform tersebut.

Google, pemilik YouTube, mengatakan platform tersebut digunakan di ruang kelas di seluruh Australia dan mendesak pemerintah agar mengizinkan anak muda di Australia untuk terus mengaksesnya.

"YouTube bukanlah platform media sosial; melainkan platform streaming video dengan pustaka konten gratis berkualitas tinggi dan semakin banyak ditonton di layar TV," kata juru bicara perusahaan.

Menurut sebuah studi baru, tujuh dari 10 anak terpapar konten berbahaya - termasuk konten yang mengandung kebencian dan yang mendorong gangguan makan.

Sementara itu, 36 persen anak mengalami pelecehan daring dari teman sebayanya di platform tersebut, 36 persen lainnya melalui aplikasi perpesanan, dan 26 persen melalui platform gim daring, menurut studi tersebut.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dari Bangkrut Saat Krisis...
Dari Bangkrut Saat Krisis 2008, MrBeast Kini Pimpin 1.000 Karyawan dan 500 Juta Pengikut
Fitur Pengatur Waktu...
Fitur Pengatur Waktu Baru YouTube Bantu Mengurangi Kecanduan Shorts
Peringatan Keras Komdigi:...
Peringatan Keras Komdigi: Meta Menyerah pada PP TUNAS, Komdigi Siapkan Algojo untuk Google
Piala Dunia 2026 Akan...
Piala Dunia 2026 Akan Disiarkan secara Gratis di YouTube
Iran Siap Serang Google,...
Iran Siap Serang Google, YouTube, dan Microsoft
YouTube Kehilangan Sumber...
YouTube Kehilangan Sumber Penghidupannya karena Iklan 5 Detik
Alwi Farhan Juara Australia...
Alwi Farhan Juara Australia Open 2026, Indonesia Bawa Pulang 1 Gelar dan 2 Runner Up
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Bareskrim Tangkap Kartel...
Bareskrim Tangkap Kartel Narkoba Asal Australia sebelum Terbang dengan Jet Pribadi
Rekomendasi
Cetak Sejarah, Hanasui...
Cetak Sejarah, Hanasui Jadi Serum Indonesia Pertama yang Diekspor ke Jepang
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Yusril Dialog dengan...
Yusril Dialog dengan BEM SI, Janji Sampaikan 5 Tuntutan ke Presiden
Berita Terkini
NASA Temukan Sesuatu...
NASA Temukan Sesuatu yang Misterius saat Perubahan Waktu Siang ke Malam
Ingat! Ini Cara Mudah...
Ingat! Ini Cara Mudah Bedakan dan Dapatkan e-Meterai Resmi
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Di Balik Kecanggihan...
Di Balik Kecanggihan AI: Manusia Tetap Penentu Keputusan Terbaik
Samsung Berencana Bangun...
Samsung Berencana Bangun Pusat Data Terapung di Laut
Konsumen Kini Utamakan...
Konsumen Kini Utamakan Garansi Bukan Cuma Spesifikasi saat Beli Ponsel
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved