Duh, Penggunaan AI Ternyata Bikin Kejahatan Siber Melonjak Drastis!

Sabtu, 31 Mei 2025 - 13:00 WIB
- Pada 2024, sektor yang paling disasar adalah manufaktur (17%), jasa bisnis (11%), konstruksi (9%), dan ritel (9%).

- Amerika Serikat menjadi target utama serangan ini (61%), diikuti oleh Inggris (6%) dan Kanada (5%).

5. Risiko Keamanan Cloud dan IoT Meningkat:

- Lingkungan cloud terus menjadi sasaran utama, dengan pelaku ancaman mengeksploitasi kelemahan seperti open storage bucket, identitas dengan hak akses berlebihan, dan layanan yang dikonfigurasi secara tidak tepat.

- Dalam 70% dari insiden yang diamati, penyerang memperoleh akses melalui login dari lokasi geografis yang tidak dikenali.

Baca Juga: Hacker China dan Iran Manfaatkan Chatbot AI Google Gemini untuk Serangan Siber

6. Kredensial Menjadi Mata Uang Kejahatan Siber:

- Pada 2024, pelaku kejahatan siber membagikan lebih dari 100 miliar catatan yang telah disusupi di forum bawah tanah, meningkat sebesar 42% dibanding tahun sebelumnya.

- Ini sebagian besar dipicu oleh meningkatnya penggunaan “combo list” yang berisi username, password, dan alamat email yang dicuri.

- Lebih dari separuh unggahan di darknet melibatkan basis data yang bocor, yang memungkinkan pelaku mengotomatisasi serangan credential stuffing dalam skala besar. Kelompok seperti BestCombo, BloddyMery, dan ValidMail menjadi grup siberpalingaktif.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!