Duh, Penggunaan AI Ternyata Bikin Kejahatan Siber Melonjak Drastis!

Sabtu, 31 Mei 2025 - 13:00 WIB
loading...
Duh, Penggunaan AI Ternyata...
Penggunaan AI membuat kejahatan siber terus melonjak drastis. Foto: ChatGPT
A A A
JAKARTA - Di tengah euforia kemajuan kecerdasan buatan (AI) yang menjanjikan efisiensi dan inovasi, sebuah kenyataan pahit justru terkuak. Laporan terbaru Lanskap Ancaman Global 2025 dari FortiGuard Labs milik Fortinet mengumumkan alarm bahaya: kejahatan siber mengalami lonjakan rekor akibat pemanfaatan AI dan teknik baru oleh para pelaku ancaman.

Ini adalah sebuah ironi tragis, di mana teknologi yang seharusnya membawa kemajuan justru disalahgunakan untuk menciptakan malapetaka digital.

Data yang terkumpul sepanjang 2024 menunjukkan bahwa para pelaku ancaman semakin canggih, memanfaatkan otomatisasi, alat-alat yang dikomoditaskan, dan teknologi AI untuk secara sistematis mengikis keunggulan tradisional yang sebelumnya dimiliki oleh pihak defender seperti tim IT atau security operation center.

Derek Manky, Chief Security Strategist dan Global VP Threat Intelligence di FortiGuard Labs milik Fortinet, menyatakan dengan nada serius, “pelaku kejahatan siber semakin mempercepat aksinya, menggunakan AI dan otomatisasi untuk beroperasi dengan kecepatan dan skala yang belum pernah terjadi sebelumnya. Panduan keamanan tradisional tidak lagi memadai,”.

Fakta Mengerikan dari Laporan FortiGuard Labs:

1. Pemindaian Otomatis Capai Rekor Tertinggi:

- Para penyerang semakin gencar melakukan pemindaian otomatis dalam skala global untuk mencari kerentanan baru.
- Aktivitas pemindaian di dunia maya mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya pada tahun 2024, meningkat sebesar 16,7% secara global dibandingkan tahun sebelumnya. Ini setara dengan 36.000 pemindaian per detik setiap bulan!
- Fokus utama adalah memetakan layanan terbuka seperti SIP dan RDP, serta protokol OT/IoT seperti Modbus TCP.

2. Marketplace 'Hitam' di Darknet Makin Subur:

- Pada 2024, forum-forum pelaku kejahatan siber berkembang menjadi marketplacecanggih tempat diperjualbelikannya kit eksploitasi.
- Lebih dari 40.000 kerentanan keamanan baru tercatat di National Vulnerability Database (NVD), naik 39% dibandingkan tahun 2023.
- Broker akses awal semakin sering menawarkan kredensial perusahaan (20%), akses RDP (19%), panel admin (13%), dan web shell (12%).
- FortiGuard Labs mencatat peningkatan 500% sepanjang tahun lalu dalam jumlah log yang tersedia dari sistem yang terinfeksi infostealer malware, dengan 1,7 miliar catatan kredensial yang dicuri dibagikan di forum ilegal tersebut.

3. Kejahatan Siber Berbasis AI Berkembang Pesat:

Pelaku ancaman memanfaatkan AI untuk meningkatkan realisme phishing dan menghindari kontrol keamanan tradisional, membuat serangan siber lebih efektif dan sulit dideteksi.

Alat seperti FraudGPT, BlackmailerV3, dan ElevenLabs mendorong kampanye yang lebih masif, meyakinkan, dan efektif—tanpa batasan etika seperti yang ditemukan pada alat AI publik. Ini adalah bukti nyata bahwa AI, di tangan yang salah, bisa menjadi senjata penghancur.

4. Serangan Terarah pada Sektor Penting Meningkat Tajam:

- Industri seperti manufaktur, layanan kesehatan, dan jasa keuangan terus mengalami lonjakan serangan siber yang disesuaikan.
- Pada 2024, sektor yang paling disasar adalah manufaktur (17%), jasa bisnis (11%), konstruksi (9%), dan ritel (9%).
- Amerika Serikat menjadi target utama serangan ini (61%), diikuti oleh Inggris (6%) dan Kanada (5%).

5. Risiko Keamanan Cloud dan IoT Meningkat:

- Lingkungan cloud terus menjadi sasaran utama, dengan pelaku ancaman mengeksploitasi kelemahan seperti open storage bucket, identitas dengan hak akses berlebihan, dan layanan yang dikonfigurasi secara tidak tepat.
- Dalam 70% dari insiden yang diamati, penyerang memperoleh akses melalui login dari lokasi geografis yang tidak dikenali.

Baca Juga: Hacker China dan Iran Manfaatkan Chatbot AI Google Gemini untuk Serangan Siber

6. Kredensial Menjadi Mata Uang Kejahatan Siber:

- Pada 2024, pelaku kejahatan siber membagikan lebih dari 100 miliar catatan yang telah disusupi di forum bawah tanah, meningkat sebesar 42% dibanding tahun sebelumnya.
- Ini sebagian besar dipicu oleh meningkatnya penggunaan “combo list” yang berisi username, password, dan alamat email yang dicuri.
- Lebih dari separuh unggahan di darknet melibatkan basis data yang bocor, yang memungkinkan pelaku mengotomatisasi serangan credential stuffing dalam skala besar. Kelompok seperti BestCombo, BloddyMery, dan ValidMail menjadi grup siberpalingaktif.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
5 Provinsi di Indonesia...
5 Provinsi di Indonesia Jadi Target Penguatan Keamanan Siber Pemerintah
Perkuat Keamanan Siber...
Perkuat Keamanan Siber Nasional, Teknologi dari Korsel Dihadirkan
18 Juta Serangan Siber...
18 Juta Serangan Siber Mengguncang Asia Tenggara, Indonesia Diserang 3 Juta Kali
16 Tahun ITSEC Asia:...
16 Tahun ITSEC Asia: Produk Baru Ini Jadi Senjata Baru Lawan Kejahatan Digital
2 Tahun Perjalanan Defend...
2 Tahun Perjalanan Defend IT360: Evolusi Keamanan Siber Melalui Teknologi SIEM Mutakhir
Dibobol 1.000 Kasus...
Dibobol 1.000 Kasus Sehari: Mengapa Penipuan Digital di Indonesia 4 Kali Lipat Lebih Ganas?
Zentara Perusahaan Keamanan...
Zentara Perusahaan Keamanan Siber di Indonesia Raih Sertifikasi Sistem Manajemen AI
Ancaman Siber di Era...
Ancaman Siber di Era AI Meningkat, BDO Indonesia Dorong Integrasi AI Governance dan Perlindungan Data
Refleksi Harkitnas 2026:...
Refleksi Harkitnas 2026: Berdaulat di Era Digital
Rekomendasi
Ketua Dewan Pers Komaruddin...
Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat Tekankan Sikap Kritis dan Konstruktif Media Massa
Biaya Operasional Tinggi,...
Biaya Operasional Tinggi, Gapasdap Minta Pemerintah Naikkan Tarif Angkutan Penyeberangan
Polda Metro Jaya: 3.588...
Polda Metro Jaya: 3.588 Personel Gabungan Dikerahkan Amankan Demo di DPR RI
Berita Terkini
Xbox Hadapi Tekanan...
Xbox Hadapi Tekanan Keuangan, CEO Mengancam Restrukturisasi
Huawei, Oppo, vivo,...
Huawei, Oppo, vivo, Xiaomi, dan Honor Dituduh Contek Teknologi iPhone
Untuk Pertama Kalinya...
Untuk Pertama Kalinya dalam Sejarah, Vaksin Buatan AI Diuji pada Manusia
Superkomputer Prediksi...
Superkomputer Prediksi 4 Pesepak Bola yang Bersinar di Piala Dunia 2026
Fenomena Titik Dingin...
Fenomena Titik Dingin Atlantik Utara Terdeteksi, Tanda-tanda Bumi Sekarat Kian Nyata
Eropa Wajibkan Pelabelan...
Eropa Wajibkan Pelabelan Konten yang Dihasilkan AI
Infografis
Ini Penjelasan Warna...
Ini Penjelasan Warna Singa Putih Ternyata Bukan Albino
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved