Duh, Penggunaan AI Ternyata Bikin Kejahatan Siber Melonjak Drastis!

Sabtu, 31 Mei 2025 - 13:00 WIB
- Fokus utama adalah memetakan layanan terbuka seperti SIP dan RDP, serta protokol OT/IoT seperti Modbus TCP.

2. Marketplace 'Hitam' di Darknet Makin Subur:

- Pada 2024, forum-forum pelaku kejahatan siber berkembang menjadi marketplacecanggih tempat diperjualbelikannya kit eksploitasi.

- Lebih dari 40.000 kerentanan keamanan baru tercatat di National Vulnerability Database (NVD), naik 39% dibandingkan tahun 2023.

- Broker akses awal semakin sering menawarkan kredensial perusahaan (20%), akses RDP (19%), panel admin (13%), dan web shell (12%).

- FortiGuard Labs mencatat peningkatan 500% sepanjang tahun lalu dalam jumlah log yang tersedia dari sistem yang terinfeksi infostealer malware, dengan 1,7 miliar catatan kredensial yang dicuri dibagikan di forum ilegal tersebut.

3. Kejahatan Siber Berbasis AI Berkembang Pesat:

Pelaku ancaman memanfaatkan AI untuk meningkatkan realisme phishing dan menghindari kontrol keamanan tradisional, membuat serangan siber lebih efektif dan sulit dideteksi.

Alat seperti FraudGPT, BlackmailerV3, dan ElevenLabs mendorong kampanye yang lebih masif, meyakinkan, dan efektif—tanpa batasan etika seperti yang ditemukan pada alat AI publik. Ini adalah bukti nyata bahwa AI, di tangan yang salah, bisa menjadi senjata penghancur.

4. Serangan Terarah pada Sektor Penting Meningkat Tajam:

- Industri seperti manufaktur, layanan kesehatan, dan jasa keuangan terus mengalami lonjakan serangan siber yang disesuaikan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!