Badai Korupsi PDNS Terjang Komdigi: Tim Internal Dibentuk, Meutya Hafid Tegaskan Bersih-bersih!
Jum'at, 23 Mei 2025 - 08:50 WIB
"Peristiwa ini menjadi pengingat penting bahwa kelembagaan digital harus dibangun di atas integritas. Kami jadikan ini sebagai momen untuk memperkuat sistem pengawasan internal, memperbaiki prosedur, dan menegakkan akuntabilitas di seluruh lini. Reformasi tata kelola digital adalah keharusan, bukan pilihan," tutur Meutya.
Sebagai informasi, kasus dugaan korupsi PDNS ini bermula dari proses pengadaan barang dan jasa yang mencurigakan pada tahun 2020, dengan nilai proyek fantastis mencapai Rp958 miliar.
Baca Juga: Menkomdigi Meutya Hafid Wakili Presiden Prabowo di AI Action Summit Paris
Kasus ini melibatkan sejumlah pegawai Komdigi dan mantan pegawai Kominfo, menciptakan noda hitam dalam upaya pemerintah membangun infrastruktur digital yang kuat.
Kini, tim internal Komdigi siap bergerak, mengurai benang kusut kasus korupsi PDNS. Mata publik menanti dengan cemas, berharap keadilan ditegakkan dan para pelaku kejahatan kerah putih ini mendapatkan ganjaransetimpal.
Sebagai informasi, kasus dugaan korupsi PDNS ini bermula dari proses pengadaan barang dan jasa yang mencurigakan pada tahun 2020, dengan nilai proyek fantastis mencapai Rp958 miliar.
Baca Juga: Menkomdigi Meutya Hafid Wakili Presiden Prabowo di AI Action Summit Paris
Kasus ini melibatkan sejumlah pegawai Komdigi dan mantan pegawai Kominfo, menciptakan noda hitam dalam upaya pemerintah membangun infrastruktur digital yang kuat.
Kini, tim internal Komdigi siap bergerak, mengurai benang kusut kasus korupsi PDNS. Mata publik menanti dengan cemas, berharap keadilan ditegakkan dan para pelaku kejahatan kerah putih ini mendapatkan ganjaransetimpal.
(dan)
Lihat Juga :