Dibantu Prancis, Indonesia Bikin Satelit Satria yang Nilainya Rp8 Triliun

Jum'at, 04 September 2020 - 10:55 WIB
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate, mengatakan Satria akan mulai beroperasi pada kuartal III 2023 di slot orbit 146 derajat Bujur Timur.

Satria, jelas Johnny, memiliki ciri atau spesifikasi khusus, yang dikenal dengan sebutan High Throughput Satellite (HTS) dengan kapasitas 150 Gbps. Sebagai pembanding, Menteri Johnny menjelaskan saat ini Indonesia memanfaatkan 5 satelit nasional dengan kapasitas sekitar 30 Gbps, dan 4 satelit asing yang memiliki kapasitas 20 Gbps.

“Jika diperbandingkan, kapasitas Satria tentu jauh lebih besar, atau sekitar 3 kali lipat dari total kapasitas 9 satelit yang saat ini dimanfaatkan di Indonesia,” paparnya. (Baca juga: Realme 7 dan 7 Pro Diumumkan dengan Pembaruan yang Membahagiakan )
(iqb)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!