Perang Bintang Jilid II: China dan AS Berlomba Rakit Superkomputer AI di Orbit Bumi Demi Hemat Energi

Rabu, 31 Desember 2025 - 11:38 WIB
loading...
Perang Bintang Jilid...
China kerahkan 10.000 kartu komputasi dan AS kirim chip Nvidia H100 ke luar angkasa demi bangun superkomputer AI yang 10 kali lebih hemat energi dibanding server di Bumi. Foto: ist
A A A
SHENZEN - Perlombaan antariksa abad ke-21 bukan lagi tentang siapa yang mendarat pertama di bulan, melainkan siapa yang mampu memindahkan "otak" kecerdasan buatan ke orbit Bumi.

China kini memimpin ambisi membangun superkomputer terapung di luar angkasa, memicu persaingan teknologi paling mahal dan rumit melawan para taipan Silicon Valley.

Laporan terbaru menyoroti fenomena "Perang Bintang" versi 2.0, di mana infrastruktur AI tidak lagi ditanam di tanah, melainkan diluncurkan ke Orbit Bumi Rendah (Low Earth Orbit).

Institut Teknologi Komputasi (ICT) dari Akademi Ilmu Pengetahuan China di Beijing tengah berupaya keras menerbangkan pusat data AI yang melibatkan 10.000 kartu komputasi berkinerja tinggi ke angkasa. Ini adalah pertaruhan infrastruktur terbesar sejak internet ditemukan.

China Membuka Jalan, AS Mengejar

Saat ini, China tampaknya memegang kendali dalam perlombaan superkomputer antariksa. Kolaborasi strategis antara Guoxing Aerospace dan laboratorium riset Zhejiang Lab telah berhasil menempatkan 12 satelit ke orbit rendah. Ini bukan satelit komunikasi biasa, melainkan konstelasi komputasi pertama di dunia.

Secara spesifikasi, model AI yang berjalan di konstelasi ini mampu menggabungkan kekuatan pemrosesan 5 peta operasi per detik dengan 8 miliar parameter.

Kapasitas ini menjadi fondasi bagi terciptanya superkomputer orbital yang sesungguhnya. Bahkan, perusahaan kedirgantaraan Zhongke Tiansuan—yang lahir dari rahim ICT—telah meluncurkan komputer luar angkasa sejak 2022, dan satelitnya terbukti stabil beroperasi selama lebih dari seribu hari di orbit.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
SpaceX Berganti Nama...
SpaceX Berganti Nama Jadi SpaceXAI Bukti Fokus pada AI
Eropa Siap Masuk Arena...
Eropa Siap Masuk Arena Pertempuran Robot AI China dan AS
DeepSeek Siap Kembangkan...
DeepSeek Siap Kembangkan Chip AI Sendiri, Ini Bocorannya
PBB Menyerukan Penguatan...
PBB Menyerukan Penguatan Tata Kelola Kecerdasan Buatan
Tantangan Backend Engineer...
Tantangan Backend Engineer Indonesia, Menjawab Tuntutan AI Workflow
AI for Life: Ketika...
AI for Life: Ketika Kampus Mulai Bicara Etika, Bukan Sekadar Teknologi
Persaingan Memanas,...
Persaingan Memanas, China Membangun Replika Kapal Perang AS untuk Latihan Tembak Rudal
Teluk Kembali Memanas,...
Teluk Kembali Memanas, China Siaga Jaga Produksi BBM Tetap Tinggi
Ditutup-tutupi selama...
Ditutup-tutupi selama 1 Bulan, 2 Pilot China Tewas saat Latihan Perang
Rekomendasi
Gus Lilur: Rekonsiliasi...
Gus Lilur: Rekonsiliasi Nasional Harus Diawali Kebenaran dan Penegakan Hukum
Jaecoo Perluas Jaringan...
Jaecoo Perluas Jaringan ke Makassar dan Solo, Kejar Target 80 Dealer Akhir Tahun
BSI Scholarship Pelajar...
BSI Scholarship Pelajar 2026 Resmi Dibuka, Simak Persyaratan dan Jadwal Pendaftarannya
Berita Terkini
Apple Gugat OpenAI:...
Apple Gugat OpenAI: Rahasia Dagang Diduga Dibawa Kabur Lewat Mantan Karyawan
Aksesoris Ponsel yang...
Aksesoris Ponsel yang Dianggap Punah Akan segera Kembali
Titik Balik yang Mengubah...
Titik Balik yang Mengubah Ukuran Manusia Purba Ditemukan
SpaceX Berganti Nama...
SpaceX Berganti Nama Jadi SpaceXAI Bukti Fokus pada AI
China Ciptakan Baterai...
China Ciptakan Baterai Nuklir yang Bisa Bertahan Ribuan Tahun
Kontroversi Meletus...
Kontroversi Meletus antara Apple dan OpenAI, Apakah Itu?
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved