Perang Bintang Jilid II: China dan AS Berlomba Rakit Superkomputer AI di Orbit Bumi Demi Hemat Energi

Rabu, 31 Desember 2025 - 11:38 WIB
loading...
A A A
Namun, di belahan bumi lain, para raksasa teknologi Amerika Serikat tidak tinggal diam. Elon Musk (SpaceX/Starlink), Jeff Bezos (Blue Origin), dan Sundar Pichai (Google) mulai mengucurkan investasi ratusan miliar Dolar AS (setara ribuan triliun Rupiah) untuk inisiatif AI orbital mereka sendiri.

Bezos dan tim Blue Origin telah mengembangkan hub data AI selama lebih dari setahun. Musk berencana meningkatkan satelit Starlink agar mampu menangani beban komputasi AI.

Sementara Pichai memperkenalkan Project Suncatcher, sebuah inisiatif menempatkan rak mikro server di satelit.

Terobosan Starcloud: Nvidia H100 di Nol Gravitasi

Di tengah persaingan raksasa tersebut, startup bernama Starcloud yang didukung Nvidia justru mencuri perhatian dengan pencapaian teknis yang konkret. Bulan lalu, mereka meluncurkan satelit Starcloud-1 yang membawa unit pemrosesan grafis (GPU) Nvidia H100.

Ini adalah momen bersejarah. Chip memori 80 gigabyte (GB) tersebut diklaim 100 kali lebih kuat dibandingkan chip manapun yang pernah dikirim ke luar angkasa sebelumnya. Lebih mencengangkan lagi, Starcloud berhasil melatih model bahasa besar (LLM) NanoGPT—gagasan salah satu pendiri OpenAI, Andrej Karpathy—langsung dari orbit.

Ini menjadikan NanoGPT sebagai AI pertama yang dilatih di luar angkasa. Saat ini, Starcloud-1 menggunakan model terbuka Gemma milik Google untuk menjalankan dan menanyakan respons, menandai pertama kalinya GPU Nvidia memberi daya pada LLM dari angkasa.

Logika Pasar: Efisiensi Energi sebagai Pemicu Utama

Mengapa harus repot-repot memindahkan server ke luar angkasa? Jawabannya terletak pada krisis sumber daya di Bumi. Pusat data konvensional adalah "monster" yang melahap energi listrik dan air dalam jumlah masif untuk pendinginan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
SpaceX Berganti Nama...
SpaceX Berganti Nama Jadi SpaceXAI Bukti Fokus pada AI
Eropa Siap Masuk Arena...
Eropa Siap Masuk Arena Pertempuran Robot AI China dan AS
DeepSeek Siap Kembangkan...
DeepSeek Siap Kembangkan Chip AI Sendiri, Ini Bocorannya
PBB Menyerukan Penguatan...
PBB Menyerukan Penguatan Tata Kelola Kecerdasan Buatan
Tantangan Backend Engineer...
Tantangan Backend Engineer Indonesia, Menjawab Tuntutan AI Workflow
AI for Life: Ketika...
AI for Life: Ketika Kampus Mulai Bicara Etika, Bukan Sekadar Teknologi
Persaingan Memanas,...
Persaingan Memanas, China Membangun Replika Kapal Perang AS untuk Latihan Tembak Rudal
Teluk Kembali Memanas,...
Teluk Kembali Memanas, China Siaga Jaga Produksi BBM Tetap Tinggi
Ditutup-tutupi selama...
Ditutup-tutupi selama 1 Bulan, 2 Pilot China Tewas saat Latihan Perang
Rekomendasi
Kebakaran Landa Permukiman...
Kebakaran Landa Permukiman Warga di Pulogadung, 3 Orang Tewas dan 1 Luka
Robot Lahbako-San Antar...
Robot Lahbako-San Antar UNEJ Jadi Juara Tiga KRAI 2026
Mongol Stres Ceritakan...
Mongol Stres Ceritakan Kedekatannya dengan Temon, Sering Pantau Banjir Bareng
Berita Terkini
Heboh! Oppo Rilis TWS...
Heboh! Oppo Rilis TWS Enco Air5 Series dengan Fitur AI Gemini, Harga Cuma Segini
Apple Gugat OpenAI:...
Apple Gugat OpenAI: Rahasia Dagang Diduga Dibawa Kabur Lewat Mantan Karyawan
Aksesoris Ponsel yang...
Aksesoris Ponsel yang Dianggap Punah Akan segera Kembali
Titik Balik yang Mengubah...
Titik Balik yang Mengubah Ukuran Manusia Purba Ditemukan
SpaceX Berganti Nama...
SpaceX Berganti Nama Jadi SpaceXAI Bukti Fokus pada AI
China Ciptakan Baterai...
China Ciptakan Baterai Nuklir yang Bisa Bertahan Ribuan Tahun
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved