Berusia 180 Juta Tahun, Kecoa Zaman Dinosaurus Ditemukan

Kamis, 31 Oktober 2024 - 04:46 WIB
Mereka menambahkan bahwa "jumlah kecoak menurun drastis setelah kepunahan massal akhir Permian", sebelum berkembang biak lagi pada periode Triasik.

Para peneliti mengambil fosil yang disimpan di Museum & Galeri Seni Bristol dan mempelajarinya menggunakan berbagai teknik. Mereka membuat gambar garis sayap untuk menyorot aliran udara di sepanjang sayap dan mempelajari bagaimana sayap itu terbang pada saat itu.

Setelah penelitian yang ekstensif, penulis studi menempatkan kecoak tersebut pada zaman Toarcian. Ini adalah bagian awal dari Jurassic, sekitar 180 juta tahun yang lalu, dan menamainya Alderblattina simmsi.

Mereka juga memperhatikan ciri fisik kecoa yang menarik. Kecoa ini berukuran kecil dan memiliki warna sayap yang unik dan merupakan spesies kecoa kedua dari Toarcian yang memiliki pola warna sayap.

“Pola warna pada serangga, termasuk pada sayapnya, terutama ditafsirkan sebagai adaptasi fisiologis dan/atau digunakan untuk perlindungan terhadap pemangsaan, atau sinyal seksual,” kata para paleontologi.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!